Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kabar dari Langit

N-250 IPTN dan MBG

Dalam sejarah, Jerman (Republik Weimar, 1923), Zimbabwe (2000-an), Venezuela (2010-an), Argentina (2001), Rusia (1998), dan Indonesia (1998-an).

Tayang:
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
NASIHAT SEPUH - M Qasim Mathar menyampaikan pendapat sekaligus nasihat dalam diskusi Forum Dosen di Redaksi Tribun-Timur, Makassar, Rabu (3/9/2025). Qasim Mathar, sesepuh angota Forum Dosen yang selalu diberi kehormatan menutup setiap diskusi forum beranggota akademisi linta perguruan tinggi di Makasar ini., 

Oleh: M. Qasim Mathar

TRIBUN-TIMUR.COM - Depresiasi adalah keadaan jatuhnya nilai mata uang terhadap mata uang yang lain.

Sedangkan jika kejatuhannya sangat parah, apalagi kencang dan tak terkendali itu disebut krisis mata uang atau currency collapse.

Di antara sebabnya ialah, kepercayaan terhadap ekonomi dan perbankan sendiri hilang, modal asing hijrah keluar, impor lebih besar ketimbang ekspor, dan uang di tangan rakyat, termasuk gaji, semakin lemah terhadap lonjakan yang semakin melejit harga barang kebutuhan pokok (hiperinflasi).

Demonstrasi dan ketidakstabilan politik bisa terjadi. Currency collapse sering menjadi ancaman serius bagi kelangsungan pemerintahan.

Meskipun tidak otomatis, tapi ada hubungan yang cukup kuat antara currency collapse dan jatuhnya rezim pemerintahan.

Sebab, jika pemerintah gagal mengatasi keadaan yang disebut di atas, legitimasi politiknya dapat runtuh.

Krisis ekonomi bisa berkembang menjadi krisis politik.

Dalam sejarah, Jerman (Republik Weimar, 1923), Zimbabwe (2000-an), Venezuela (2010-an), Argentina (2001), Rusia (1998), dan Indonesia (1998-an).

Tidak semua currency collapse menjatuhkan rezim.

Tergantung pada kemampuan pemerintah untuk memulihkan kepercayaan rakyat dan kondisi politik yang telah kehilangan kepercayaan.

Indonesia (1998) dan Argentina (2001) adalah contoh dua negara yang gagal memulihkan kepercayaan rakyat dan kondisi politik yang sangat buruk, dan berkontribusi langsung terhadap jatuhnya pemimpin yang sedang berkuasa.

Indonesia hari ini, di posisi mana?

Apakah rupiah mengalami depresiasi, yang semoga akan melandai pulih, atau bergerak tak terkendali ke currency collapse?

Reformasi 1998 adalah pelajaran yang baik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved