Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Antara Alam, Perubahan Iklim dan Masa Depan  

Republik Azerbaijan ditunjuk sebagai negara tuan rumah resmi untuk perayaan yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com
Oleh Muhammad Arsyad Guru Besar Fisika Ekosistem Karst FMIPA UNM Makassar. 

(4) melakukan diet plastik, dengan membawa kantong belanja, botol minum, dan wadah sendiri untuk menekan limbah plastik sekali pakai. 

Diharapkan aksi individu ini selanjutnya menjadi aksi warga atau aksi komunitas yang memberikan dampak, misalnya penggunaan energi hijau, penggunaan transportasi bersama dan penanaman pohon secara berkelanjutan.

Aksi seperti ini diharapkan menjadi kebiasaan positif sehingga terjadi restorasi ekosistem.

Kebutuhan mendesak kedua adalah restorasi ekosistem. Topik ini sejatinya menjadi perhatian inti penulis, seperti tulisan saya di media ini (5 Juni 2024, dan hari lingkungan setiap tahun).

Restorasi ekosistem adalah proses memulihkan kembali ekosistem yang telah rusak, terdegradasi, atau hancur agar fungsinya kembali normal.

Aksi ini menjadi pilar utama dalam tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk mengembalikan keseimbangan iklim dan keanekaragaman hayati.

Restorasi merupakaan suatu proses untuk membantu memulihkan suatu ekosistem yang telah terdegradasi, telah mengalami kerusakan atau mengalami kehancuran.

Hal ini merupakan suatu kegiatan yang disengaja dilakukan untuk menginisiasi atau mempercepat proses ekologi.

Restorasi merupakan suatu upaya untuk mengembalikan unsur biotik baik flora maupun fauna serta unsur abiotik (tanah, iklim, topografi dan lainnya) pada kawasan tertentu, misalnya kawasan karst Maros-Pangkep.

Kawasan karst memperoleh perhatian, karena sumberdaya yang dimilikinya, baik sumberdaya di permukaan, maupun di bawah permukaan.

Sumberdaya di permukaan, seperti air sungai permukaan, batu gamping, biodiversity, dan kekayaan lainnya.  

Sumberdata di bawah permukaan kawasan karst Maros-Pangkep, seperti Gua, ornamen Guanya dan segala sifat fisiknya, air sungai bawah tanah, mineral-mineral dan lainnya.

Restorasi ekosistem ini dapat dilakukan melalui penanaman, pengayaan, permudaan alam dan atau pengamanan ekosistem.

Artinya terdapat beberapa alasan, mengapa restorasi harus dilakukan, yakni:

(1) lahan yang sehat mendukung eksosistem yang sehat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved