Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Korupsi MBG, Mencuri Masa Depan Anak Bangsa

Kasus yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/DOK PRIBADI
Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UMI Makassar, Dr. dr. Rachmat Faisal Syamsu, M.Kes, FISPH, FISCM 

Dr. dr. Rachmat Faisal Syamsu, M.Kes, FISPH, FISCM

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UMI Makassar, Kepakaran Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga

SEORANG anak mungkin tidak memahami apa itu korupsi.

Ia tidak mengerti tentang anggaran negara, pengadaan barang, atau tata kelola program.

Yang ia tahu hanyalah rasa lapar, makanan yang tersedia di depannya, dan energi yang ia perlukan untuk belajar dan tumbuh.

Karena itu, ketika program gizi diduga diselewengkan, yang dicuri bukan sekadar uang negara.

Yang dicuri adalah sesuatu yang jauh lebih berharga: masa depan anak-anak Bangsa Indonesia.

Kasus yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tentu masih harus dihormati proses hukumnya.

Baca juga: Penampakan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Pakai Baju Tahanan Kejaksaan dan Tangan Diborgol

Namun di luar aspek hukum, ada pelajaran besar yang perlu direnungkan seluruh rakyat Indonesia.  

Sebagai akademisi gizi, saya memandang bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk perbaikan gizi anak bukanlah belanja biasa. Ia adalah investasi sumber daya manusia.

Gizi Bukan Sekadar Urusan Perut

Banyak orang masih menganggap gizi hanya berkaitan dengan kenyang atau tidak kenyang.

Padahal ilmu gizi modern menunjukkan bahwa kualitas asupan pada masa anak-anak menentukan perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas saat dewasa, hingga risiko penyakit di masa depan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekurangan gizi pada masa pertumbuhan berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif, prestasi akademik, dan produktivitas ekonomi saat dewasa.

Artinya, ketika seorang anak kehilangan akses terhadap makanan bergizi, yang hilang bukan hanya satu kali makan. Ia bisa kehilangan sebagian potensinya untuk berkembang secara optimal. Karena itu program MBG sebenarnya memiliki makna strategis yang sangat besar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved