Catatan Bola Willy Kumurur
Nuansa Bening di Lembah Air Mata
Dengan beban berat di pundaknya itu, ia mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang, lalu bergeser ke kanan.
Di antara para penonton, ada sosok penting yang berjasa melambungkan Arsenal ke pentas dunia.
Dia adalah Arsene Wenger, yang pernah mengantarkan Arsenal ke final Liga Champions di musim 2005-2006.
Ia menukangi The Gunners selama 22 tahun.
Dengan wajah tegang ia menantikan Arsenal mewujudkan impian yaitu menjadi juara Liga Champions Eropa.
Wasit meniup peluit sebagai penanda agar Gabriel melaksanakan tugasnya.
Harapan klub, pelatih, pemain dan fans Arsenal di seluruh penjuru dunia diletakkan di pundak Gabriel.
Dengan beban berat di pundaknya itu, ia mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang, lalu bergeser ke kanan.
Kemudian berlari untuk menendang bola dengan kaki kirinya.
Bola melesat dengan sangat cepat mengarah ke sudut kiri atas gawang yang dijaga Safonov.
Semua fans Arsenal amat berharap agar bola tak dapat ditangkap oleh Safonov.
Memang benar, bola tak dapat ditangkap karena bola melenceng di atas mistar gawang mengarah ke kerumunan masa pendukung PSG.
Kegagalan Gabriel menghentar Les Parisiens untuk kembali menjadi juara Liga Champions kedua kali setelah pertama kali meraihnya pada musim lalu.
Maka Puskás Aréna itupun pecah menjadi dua lembah.
Lembah sukacita bagi PSG dan para fansnya, sekaligus lembah air mata bagi kubu Arsenal dan para pendukungnya.
Gabriel berjalan gontai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Willy-Kumurur-1-7112023.jpg)