Catatan Bola Willy Kumurur
Impian Dalam Ketidakpastian
Maka benarlah Albert Camus, filsuf Prancis abad kedua-puluh, tatkala ia berujar bahwa hidup itu penuh ketidakpastian.
Oleh: Willy Kumurur
Penikmat Bola
TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam perjalanan manusia berjuang untuk mewujudkan impiannya, hidup dihadang oleh bayangan kegagalan; dan dinaungi selimut ketidakpastian.
Maka benarlah Albert Camus, filsuf Prancis abad kedua-puluh, tatkala ia berujar bahwa hidup itu penuh ketidakpastian.
Untuk sampai ke sana, manusia kerap berada dalam penantian panjang.
Di sana banyak kisah bagaimana manusia merangkul proses penantian itu dan tetap menciptakan kebahagiaan dan setia pada tujuannya tanpa harus takluk pada keputusasaan.
Itulah yang terjadi pada gudang peluru London Utara, Arsenal.
Terakhir kali Arsenal menjuarai Liga Primer Inggris yaitu pada musim 2003-2004 di era Arsene Wenger.
Setelah itu senyap.
Peluang juara itu kembali bangkit pada musim 2022-2023, ketika mereka juara paruh musim.
Namun di paruh kedua mereka terseok-seok seperti mobil kehabisan bahan bakar.
Selama tiga musim berturut-turut, impian The Gunners selalu dikandaskan oleh Manchester City dan Liverpool.
Baru pada musim ini, 2025-2026, Arsenal bisa meraih impiannya menjuarai Liga Primer Inggris.
Itupun karena Manchester City gagal menang di dua laga menjelang akhir musim.
“Sekarang kita telah menguasainya,” kata manajer Arsenal, Mikel Arteta.
Mereka berhasil mencopot label “tim yang selalu gagal” di Liga Primer Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Willy-Kumurur-1-7112023.jpg)