Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Amir Muhiddin

Selamat Datang CIDES ICMI Sulawesi Selatan

Era ini disebut juga sebagai puncak kesuksesan ekonomi Orde Baru sebelum memasuki fase tinggal landas.

Tayang:
Ist
OPINI - Amir Muhiddin Dosen Fisip Unismuh Makassar / Sekretaris Koalisi Kependudukan Indonesia Sulsel 

Oleh: Amir Muhiddin
Dewan Pakar CIDES ICMI Sul-Sel

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada akhir era 1980-an dan awal 1990-an Indonesia mengalami kemajuan pembangunan yang signifikan, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,7 persen sampai 6,8 % .

Era ini disebut juga sebagai puncak kesuksesan ekonomi Orde Baru sebelum memasuki fase tinggal landas.

Di bidang pendidikan kesuksesan ini juga ditandai oleh lahirnya banyak sarjana, yang disebut sebagai fenomena intellectual booming.

Artinya terjadi peningkatan signifikan jumlah sarjana dan kelas menengah baru, termasuk dari kalangan keluarga muslim yang menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Ikatan Cedikiawan muslin (ICMI) melihat fenomena ini sebagai sebuah peluang dan tantangan.

Disebut sebagai peluang karena para sarjana ini bisa menjadi potensi pembangunan yang bisa memberi kontribusi dan menyelesaikan masalah keumatan yang ditandai dengan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Dan disebut sebagai tantangan karena dikhawatirkan para sarjana ini bisa terseret pada kegiatan-kegiatan destkuptif dimana pada waktu itu terdapat banyak gerakan-gerakan sempalan yang bisa menghambat integritas nasional.

Sebagai sebuah organisasi yang menghimpun kaum intelektual muslim, ICMI tidak ingin hanya menjadi organisasi massa, melainkan pusat kontribusi konseptual bagi negara yang bertugas melakukan kajian mendalam terkait informasi, kebijakan publik, dan studi pembangunan, itu sebabnya ICMI merasa terpanggil untuk mencari solusi permasalahan keumatan.

Dalam kerangka itulah ICMI mendirikan “Center for Information and Development Studie” disingkat CIDES.

Lembaga ini diharapkan menjadi pusat kajian strategis, memformulasikan pemikiran ilmiah, ekonomi, dan sosial yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Dengan begitu CIDES merupakan lembaga pemikir (think tank), sebagai lembaga otonom yang resmi di bawah naungan ICMI se Indonesia.

CIDES sebagai lembaga otonom ICMI, bagaimana pun juga tidak bisa dilepaskan dari denyut nadi dan dinamika politik orde baru, ia lahir di tengah membaiknya hubungan antara umat Islam dengan pemerintah Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto.

Setelah sekian lama terjadi jarak antara birokrasi dan umat Islam, CIDES hadir sebagai jembatan intelektual.

Merumuskan agenda pembangunan nasional yang inklusif agar umat Islam tidak lagi terpinggirkan secara ekonomi maupun politik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved