Opini
1 Juni Bukan Hari Lahir Pancasila
Jawaban seorang ahli hukum tata negara akan tegas dan dingin, Tidak. Secara yuridis formal, Pancasila lahir pada 18 Agustus 1945.
Tayang:
Editor:
Sudirman
Bangsa ini butuh ingatan yang utuh, bukan ingatan yang dipenggal demi romantisme sesaat.
Pancasila terlalu agung untuk dikerdilkan oleh ketidakakuratan kronik. Ia lahir dari rahim proklamasi yang dibidanai oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, bukan dari mimbar pidato seorang diri.
Ia adalah "milik" 18 Agustus 1945, sebuah tanggal yang harusnya lebih kita muliakan dalam kalender ketatanegaraan. Selamat merayakan inspirasi, namun jangan lupakan pengesahan.
Berita Terkait: #Opini
| Memetik Pelajaran Ketahanan Energi dari Kasus Blackout Sumatera 22 Mei 2026 |
|
|---|
| Pancasila: Kompas Bangsa atau Sekadar Retorika? |
|
|---|
| Afirmasi Gender dalam Pemilu: Antara Norma Konstitusi dan Kepatuhan Partai Politik |
|
|---|
| Dosen, Pancasila, dan Keadilan yang Belum Tuntas |
|
|---|
| Homeschooling sebagai Ruang Belajar Alternatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-27-Rusdianto-Sudirman-5.jpg)