Opini
Homeschooling sebagai Ruang Belajar Alternatif
Fenomena homeschooling sesungguhnya bukan sekadar trend sosial skala nasional, tetapi merupakan wacana akademik
Ahmadin
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM
DUNIA pendidikan dalam satu dekade belakangan ini, mengalami perubahan mendasar khususnya pada minat masyarakat atas pendidikan alternatif.
Mereka mendambakan model pembelajaran yang sifatnya fleksibel, inklusif, dan bervisi pada pemenuhan kebutuhan individual anak.
Hal ini terjadi sebagai respon terhadap fenomena ketimpangan mutu pendidikan formal serta maraknya kasus tindak kekerasan di sekolah.
Homeschooling pun hadir sebagai ruang pendidikan alternatif untuk menjawab permasalahan dan memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
Fenomena homeschooling sesungguhnya bukan sekadar trend sosial skala nasional, tetapi merupakan wacana akademik global bervisi perbaikan model dan proses pendidikan dimasa depan.
Hal ini sejalan dengan visi United Nation Education Organization (UNESCO) yang mengamanatkan urgensi sistem pendidikan yang adaptif dan mengakomodir kebutuhan belajar masyarakat yang beragam.
Dengan demikian, eksistensi homeschooling tidak hanya dipersepsi sebagai model pendidikan berbasis aktivitas di rumah, melainkan sebagai aktivitas belajar yang telah bertransformasi menjadi ruang belajar digital.
Ketika mengkaji aneka literatur terkini khususnya bidang sosiologi pendidikan, geografi pendidikan, dan studi tentang ruang pendidikan, tergambar bahwa terjadi perubahan model secara fundamental.
Maksudnya bahwa model pembelajaran dalam pendidikan bertransformasi dari pola-pola konvensional yang sangat terbatas, menjadi ruang belajar modern.
Maksudnya bahwa rumah, komunitas, serta ruang virtual menjadi arena tempat berlangsungnya produksi pengetahuan gaya baru.
Munculnya ragam studi tentang pendidikan alternatif, merupakan suatu isyarat bahwa individualisasi pembelajaran, fleksibilitas waktu, dan integrasi teknologi menjadi determinan kuat bagi peningkatan minat masyarakat atas homeschooling pada berbagai negara.
Selain itu, homeschooling juga dapat dilihat dalam konteks agenda sosial masa depan dalam bidang pendidikan.
Dalam agenda pembangunan global PBB melalui Sustainable Development Goals (SDGs) pada tujuan 4 tentang "Quality Education", memvisikan hal ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ahmadin-1-3052026.jpg)