Opini
Waisak Gemakan Perdamaian
Umat Buddha melakukan Pujabakti Waisak di candi, vihara ataupun cetiya dimana mereka berada.
Oleh: Hasdy, S.Si., M.Si
Pengurus Permabudhi Sulsel & Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Hari Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa agung yang terjadi pada bulan Waisak, yaitu peristiwa kelahiran Bodhisatta Siddhattha yang kelak menjadi Buddha Gotama, saat pencapaian Pencerahan Sempurna Kebuddhaan, dan saat mangkat Buddha Gotama.
Tiga peristiwa agung itu menjadi objek penghormatan bagi umat Buddha dalam Pujabakti Waisak.
Umat Buddha melakukan Pujabakti Waisak di candi, vihara ataupun cetiya dimana mereka berada.
Pangeran Siddhattha calon Buddha lahir di Taman Lumbini, Kapilavatthu, India Utara (Nepal) pada tahun 623 SM.
Setelah meninggalkan kehidupan berumah tangga dan menjadi pertapa, Beliau merealisasi Pencerahan sehingga menjadi Buddha di Bodhgaya pada usia 35 tahun.
Sang Buddha mencapai Mahāparinibbāna, kemangkatan akhir pada usia 80 tahun di Kusinara.
Detik-detik Waisak
Pada tahun 2026, detik-detik Waisak 2570 BE jatuh pada hari Minggu, 31 Mei 2026, pukul 16.44.44 Wita.
Detik-detik Waisak menandai momen puncak perayaan, yaitu saat bulan purnama mencapai titik tertingginya.
Momen ini dianggap sakral karena diyakini sebagai waktu ketika Buddha dilahirkan, mencapai pencerahan, dan parinibbana (mangkat).
Umat Buddha meyakini bahwa pada saat ini, energi spiritual mencapai puncaknya, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk bermeditasi dan merenungkan ajaran Buddha.
Vesakha Sananda
Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Drs. Supriyadi, M.Pd. melalui Surat Edaran Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda 2570 Buddhis Era.
Dalam rangka menyambut Hari Raya Trisuci Waisak 2570 BE dengan tema “Dhamma Menjaga Perdamaian Dunia”, serta melaksanakan Asta Program Prioritas Menteri Agama melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat terhadap umat Buddha, maka perlu dilaksanakan kegiatan internalisasi Dhamma dengan nama Vesākha Sānanda 2570 BE.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hasdy-SSi-Msi-Pengurus-Permabudhi-Sulsel-dan-Makassar-5.jpg)