Opini
Waisak Gemakan Perdamaian
Umat Buddha melakukan Pujabakti Waisak di candi, vihara ataupun cetiya dimana mereka berada.
Bukan hanya merayakan Waisak secara seremonial, namun menjadikan Dhamma hidup dalam tindakan nyata.
Intinya Moral (Sila) menjaga manusia dari kehancuran.
Kebijaksanaan (Panna) membimbing manusia menuju kebenaran.
Cinta kasih (Metta) menciptakan perdamaian dunia.
Dan semuanya berawal dari hati yang sadar dan pikiran yang bijaksana.
Pesan Waisak
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam pesannya untuk Hari Trisuci Waisak 2570 BE mengatakan dengan berpedoman pada teladan Sang Buddha, marilah kita membangkitkan rasa kemanusiaan bersama dan membangun dunia yang lebih damai dan berkelanjutan, sebagaimana dibutuhkan dan layak didapatkan oleh semua orang.
“Di tengah dunia yang diliputi konflik dan perpecahan, ajaran Buddha tentang tanpa kekerasan, welas asih, dan pengabdian tetap menjadi penuntun menuju dunia yang damai dan berkelanjutan,” ujar Sekjen PBB António Guterres.
Pengakuan internasional terhadap Hari Trisuci Waisak dan perayaannya di Markas Besar PBB dan kantor PBB lainnya tertuang dalam Resolusi PBB Nomor A/RES/54/115 tahun 1999.
Selamat Hari Raya Trisuci Waisak 2570 BE/2026.
Semoga berkah Waisak membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita semua.
Semoga semua makluk berbahagia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hasdy-SSi-Msi-Pengurus-Permabudhi-Sulsel-dan-Makassar-5.jpg)