Literasi Ulama
AGH. Wahab Zakariya dan Tonronge
Menurut Idris, alumni angkatan 1995 tampaknya tidak ada santri yang terbebas dari sanksi dari gurutta begitu ketatnya pembinaan beliau.
Oleh: Firdaus Muhammad
Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin, dan Pengurus MUI Sulsel
TRIBUN-TIMUR.COM - Tonronge sebuah bukit padang yang dijadikan Anregurutta Haji (AGH) Abdurrahman Ambo Dalle sebagai kampus putra Pesantren DDI Mangkoso.
Kemudian beliau kembangkan DDI di Ujunglare Parepare dan DDI Kaballangan Pinrang.
Pembinaan Pesantren DDI di Mangkoso dilanjutkan AGH. Amberi Said dan sejumlah ulama DDI lainnya, kemudian dilanjutkan Prof. Dr. KH. Faried Wajedy, MA dan AGH. Wahab Zakariya serta sejumlah pembina lainnya.
Pembinaan santri di Tonronge diamanahkan kepada AGH. Abdul Wahab Zakariya (1947-2012).
Sepanjang hayatnya, beliau membina ribuan santri di bukit Tonronge, dalam kesaksian sejumlah santri dan alumni, beliau kadang memukul santri atau mencubitnya sehingga santri menjadi patuh dan disiplin.
Mereka akan menerima sanksi jika melanggar.
Meski begitu, tak seorangpun santri dendam atau sakit hati justru menjadi berkah.
Menurut Idris, alumni angkatan 1995 tampaknya tidak ada santri yang terbebas dari sanksi dari gurutta begitu ketatnya pembinaan beliau.
Pola pembinaan karakter dan keilmuan santri diwarnai oleh beliau beserta para ulama yang membersamainya tanpa lelah membina santri, mengaji kitab kuning, hafal quran dan nasehat-nasehatnya.
AGH. Wahab Zakaria lahir di Masalembu, Madura, 19 Desember 1947.
Anak ke-3 dari 12 bersaudara dari pasangan Zakariya Ibrahim dan Halija.
Menempuh pendidikan dasar di SR di Madura selesai 1963.
Beliau kemudian merantau menuntut ilmu ke Sulsel, tepatnya di DDI Mangkoso dan mengaji kitab kuning dibawah bimbingan AGH. Abdurrahman Ambo Dalle dan AGH. Amberi Said.
Setelah tamat di DDI dan PGAN 6 tahun, beliau mengabdi mengajar sambil kuliah di DDI Pare-pare hingga meraih gelar sarjana muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Firdaus-Muhammad-Guru-Besar-Komunikasi-Politik-Islam-UIN-Alauddin-Makassar.jpg)