Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lensa Publik

Nasionalisme Pisang “Epek”

Seremoni Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun ini, merupakan peringatan yang ke-118 tahun.

Tayang:
Muh Iqbal Latief/Tribun Timur
PENULIS OPINI - Muh Iqbal Latief, salah seorang penulis opini aktif Tribun-Timur.com. Selain itu, Iqbal Latif juga menulis kolom Lensa Publik di Tribun Timur cetak yang terbit setiap hari Kamis. Iqbal Latif adalah Dosen Sosiologi FISIP /Kapuslit Opini Publik LPPM Unhas. 

Teman saya secara berkelakar menyatakan bahwa contoh nasionalisme (pengorbanan) yang paripurna adalah nasionalisme “Pisang Epek”.

“Lihat saja itu pisang “epek” (pisang jepit), semangat berkorbannya luar biasa.

Bayangkan, awalnya dikuliti, kemudian dibakar – setelah itu digeprek (dijepit) sampai melebar dan terakhir dicemplungkan dan disiram gula merah yang panas.

Tapi pisang epek itu, tidak merana dan hancur sia-sia.

Malah masih memberikan kenikmatan yang luar biasa, bagi yang mencicipinya (pisang epek).

Artinya, perjuangan model pisang “epek” inilah yang harus menginspirasi Gen-Z untuk menjaga kedaulatan Negaranya “, ungkap teman saya yang ahli membuat amsal (perumpamaan).

Yah, pisang “epek” bisa menjadi makna simbolik dari nasionalisme yang harus diinjeksi pada fikiran, sikap dan tindakan anak-anak muda saat ini.

Agar mereka, mampu membangun perilaku rela berkorban untuk negeri tercinta.

Tapi ada syaratnya, yaitu harus ada contoh atau keteladanan dari para pemimpin dan generasi sebelumnya.

Kalau tidak ada? Itulah masalah -- kita semua tidak ingin Gen-Z hanya memproduksi hastag pesimis dibanding yang optimis.

Selamat Harkitnas, selamat buat para Gen-Z negeri ini, tetaplah optimis.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved