Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Dolar di Dapur dan Desa

Dolar Amerika Serikat mungkin tidak pernah hadir secara fisik di dapur rumah tangga desa.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Fahmi Prayoga, Economist, Public Policy Analyst, and Researcher of SmartID 

Ia bergantung pada kandungan impor, struktur pasar, kekuatan distributor, elastisitas permintaan, dan kemampuan produsen menyerap kenaikan biaya.

Dapur rumah tangga adalah tempat transmisi itu akhirnya terbaca.

Ketika minyak goreng naik, ibu rumah tangga menghitung ulang belanja harian.

Ketika pakan lebih mahal, peternak kecil menimbang ulang biaya produksi.

Ketika pupuk naik, petani menghadapi pilihan sulit: mengurangi pemakaian pupuk, menunda tanam, atau menerima margin yang semakin tipis.

Dengan demikian, kurs bukan sekadar angka yang bergerak di layar bank.

Ia adalah harga relatif yang menghubungkan ekonomi domestik dengan dunia luar.

Ia memengaruhi ongkos produksi, biaya distribusi, dan daya beli.

Dolar mungkin jauh dari desa, tetapi efeknya dapat sampai ke desa melalui barang yang dibeli dan biaya yang ditanggung.

Keadilan Beban Ekonomi

Persoalan kurs juga bukan semata persoalan teknis moneter.

Ia menyangkut distribusi beban ekonomi.

Kelompok berpendapatan tinggi memiliki lebih banyak ruang untuk menyesuaikan diri.

Perusahaan besar bisa melakukan lindung nilai, mengatur ulang kontrak, atau mengalihkan sebagian biaya kepada konsumen.

Sebaliknya, rumah tangga miskin dan rentan memiliki pilihan yang jauh lebih terbatas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved