Opini
Ketika Dunia Kehilangan Kepastian Strategis
Dunia tidak lagi hidup dalam sistem bipolar yang relatif stabil, melainkan memasuki era multipolar yang penuh ketidakpastian strategis.
Hari ini, pola maupun batas-batas tersebut semakin kabur.
Negara-negara besar saling menunjukkan kekuatan, tetapi tanpa kepastian mengenai sejauh mana lawan akan bertindak.
Dalam situasi itu, dunia tidak lagi hidup dalam “perdamaian karena rasa takut”, melainkan bergerak ke arah “ketidakstabilan kerena ketidakpastian”.
Bagi kawasan Asia, situasi ini tentu akan memberikan dampak yang serius.
Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Indo-Pasifik, ketegangan di Laut China Selatan, isu Taiwan, hingga meningkatnya modernisasi militer di kawasan menunjukkan bahwa Asia berpotensi menjadi salah satu titik paling rawan dalam kompetisi multipolar global.
Indonesia, termasuk negara-negara ASEAN lainnya, menghadapi tantangan besar untuk menjaga kawasan tetap stabil di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar tersebut.
Oleh karena itu, politik luar negeri bebas aktif menjadi semakin penting, bukan hanya sebagai prinsip diplomasi, tetapi juga sebagai strategi untuk menjaga ruang manuver Indonesia dalam dunia yang semakin terfragmentasi.
Pada akhirnya, ancaman terbesar dunia saat ini bukan hanya terkait siapa pemilik senjata yang paling mematikan, tetapi tentang hilangnya kepastian dalam hubungan internasional.
Multipolaritas dunia memang membuka peluang lahirnya keseimbangan baru, namun di lain sisi, tanpa kepercayaan dan mekanisme pengendalian yang kuat, multipolaritas juga dapat menjadi gerbang menuju era ketidakstabilan strategis yang lebih berbahaya dibanding era Perang Dingin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rahmat-Sikky-Mahasiswa-Magister-Departemen-Hubungan-International-Universitas-Airlangga.jpg)