Opini
Ketika Dunia Kehilangan Kepastian Strategis
Dunia tidak lagi hidup dalam sistem bipolar yang relatif stabil, melainkan memasuki era multipolar yang penuh ketidakpastian strategis.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran beberapa waktu terakhir telah menunjukkan bagaimana negara dengan kapasitas militer yang tidak seimbang, tetap mampu menciptakan tekanan strategis terhadap kekuatan besar.
Iran mungkin tidak mampu menandingi kekuatan militer Amerika Serikat secara langsung, tetapi kemampuan rudal, drone, dan perang asimetris telah cukup untuk meningkatkan biaya konflik secara signifikan.
Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa deterrence pada era ini tidak lagi bergantung pada siapa yang paling kuat secara absolut.
Dalam banyak kasus, kemampuan menciptakan kerusakan terbatas saja sudah cukup untuk mempengaruhi keputusan lawan.
Akibatnya, semakin banyak negara merasa perlu memiliki kemampuan strategis sendiri demi menjamin keamanan nasional mereka.
Namun, hal itu pula yang semakin mengkhawatirkan.
Ketika negara-negara mulai meragukan perlindungan aliansi internasional, merka akan terdorong untuk membangun kemampuan pertahanan yang lebih mandiri, termasuk kemungkinan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Jepang dan Korea Selatan misalnya, mulai menghadapi perdebatan domestik mengenai pentingnya kapasitas deterrence independen di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Asia Timur.
Di Eropa, perang Rusia-Ukraina juga menampilkan bagaimana ancaman keamanan dapat kembali menjadi isu utama dalam politik internasional.
Dengan kata lain, dunia sedang bergerak menuju situasi ketika semakin banyak negara merasa bahwa keamanan tidak lagi dapat sepenuhnya diserahkan pada kekuatan besar atau institusi internasional.
Selain itu, kondisi ini juga diperparah oleh melemahnya rezim pengendalian senjata global.
Sejumlah perjanjian penting seperti INF Treaty, Open Skies Treaty, hingga krisis terhadap kesepakatan nuklir Iran menunjukkan bahwa fondasi arms control (pengenalian senjata) internasional mulai mengalami keretakan serius.
Mekanisme yang selama ini menjaga transparansi dan membatasi perlombaan senjata perlahan kehilangan efektivitasnya.
Oleh karena itu, masalah dunia multipolar bukan sekedar munculnya lebih banyak kekuatan besar, melainkan hilangnya aturan bersama yang dipercaya oleh semua pihak.
Pada era Perang Dingin, dunia setidaknya memiliki pola rivalitas yang jelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rahmat-Sikky-Mahasiswa-Magister-Departemen-Hubungan-International-Universitas-Airlangga.jpg)