Opini
Munafri, Energi Baru Golkar Sulsel
Rata-rata mereka menyatakan Appi layak maju ke gelanggang provinsi sebagai Ketua DPD Golkar, agar Sulsel kembali menjadi “lumbung suara” Golkar.
Sebuah dukungan yang menunjukkan, bahwa dalam pencalonan memiliki basis organisatoris yang rasional, nyata, dan tidak lahir secara sepihak.
Dukungan tersebut tidak kalah pentingnya sebagai investasi jangka panjang dalam membangun komunikasi horizontal di tubuh partai.
Sebab ada kalanya tantangan besar partai, bukan berasal dari lawan luar partai, tetapi friksi dan fragmentasi di internal partai.
Banyak partai besar mengalami kemunduran karena gagal menjaga soliditas kader. Pada titik demikian, pucuk pimpinan “pohon beringin” Partai Golkar harus memiliki sensitivitas, siapa yang dikehendaki oleh “akar rumput,” sebagai perekat asa bersama.
Berjuang bersama, akar kuat, dengan “suara” bisa kembali merindangkan beringin di wilayah Timur, Sulawesi Selatan.
Tentu tidak ada yang menafikan, Golkar telah melalui historisitas yang panjang. Dikenal sebagai partai matang dan mapan dalam tradisi organisasi.
Oleh karena itu, dalam proses pemiihan ketua DPD Golkar Sulsel, tidak hanya dalam pertimbangan popularitas (meskipun Appi juga ada di poin itu), namun lebih penting mengutamakan, siapakah orang yang berkapasitas dalam menjaga stabilitas partai.
Perlu diingat, kepemimpinan yang terlalu konfrontatif, eksklusif, susah bertahan lama dalam tradisi Golkar.
Partai Golkar membutuhkan figur yang dapat menjadi titik temu berbagai kepentingan internal. Appi sudah punya modal itu, di balik pendekatan komunikasinya yang relatif cair dan inklusif untuk kader-kader akar rumput.
Kedua, dalam perspektif “politik pemilihan” ada kekuatan elektoral dimiliki oleh Appi yang kemudian dapat dibaca dan dimaknai sebagai “gejala nonhukum.”
Jika dia selanjutnya sukses menyabet kursi ketua DPD Golkar Sulsel, Gerbong suara pemilih di Makassar plus dengan berfungsinya “akar rumput DPD II” di 21 daerah, sangat besar kemungkinannya Golkar akan kembali “menguning” di DPRD Sulsel.
Jejak rekam politik elektoral Appi adalah fakta empirik yang menunjukkan Golkar akan bisa menjadi besar di tangannya.
Pileg DPRD Sulsel 2024, ia berhasil menangkan di Dapil I Makassar dengan raihan suara pribadi 29.802 suara, meskipun kemudian ia harus meninggalkan kursi legislatif, karena panggilan moralnya oleh DPP Golkar agar berlaga di kompetisi Pilwakot Makassar.
Dan tak tanggung-tanggung, di Pilwakot Makassar 2024, bersama dengan Alia Mustika Ilham, Appi menang telak dengan raihan 319.112 suara (54,72 persen).
Energi Baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Prof-Amir-Ilyas-pilwali-palopo.jpg)