Opini
Bapenda Sebagai Kunci Kapabilitas Kota Makassar
Kota Makassar memiliki potensi yang besar karena telah memiliki inovasi berupa digitalisasi sistem pendapatan daerah dengan hadirnya Pakinta.
Oleh: Arief Wicaksono
Pusat Studi Desentralisasi dan Kerjasama Global Universitas Bosowa
TRIBUN-TIMUR.COM - Kota Makassar kembali membuktikan diri sebagai kota terdepan di Kawasan Timur Indonesia.
Pada ajang "championships" Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2025, Makassar meraih peringkat pertama tingkat kota wilayah Sulawesi dengan skor sempurna 100 di seluruh aspek penilaian, Proses, Output, dan Outcome.
Prestasi kota Makassar ini bukan sekadar keberhasilan yang diulang, melainkan puncak dari upaya positif yang dijaga konsisten selama beberapa tahun belakangan ini secara berturut-turut.
Di tahun yang sama, Makassar juga dinobatkan sebagai peraih Golden Trophy TOP Digital Awards 2025 berkat inovasi platform Lontara+.
TP2DD sendiri adalah forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait untuk mendorong inovasi, percepatan, dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan yang diketuai oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomi (Kemenko Perekonomian), dengan anggota Bank Indonesia (BI), Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementrian Keuangan (Kemenkeu), dan beberapa Kementrian/Lembaga yang lain.
Namun di balik deretan gelar tersebut, ada yang jauh lebih penting untuk disampaikan, bahwa digitalisasi keuangan di Makassar bukan lagi sekadar program teknologi untuk meraih penghargaan.
Digitalisasi keuangan di Makassar telah bertransformasi menjadi mesin penggerak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan kota dan kesejahteraan warganya.
Rekor PAD dan Ambisi Tahun Depan
Tahun 2025 mencatat babak baru dalam sejarah fiskal Kota Makassar. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar berhasil membukukan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendekati angka Rp 2 Triliun, sebuah capaian yang menempatkan kota ini di jalur yang semakin kokoh dan terdepan di Kawasan Timur Indonesia.
Realisasi PAD Kota Makassar pada akhir tahun 2025 berhasil mencapai angka Rp 1,9 Triliun.
Dari total capaian tersebut, sektor pajak daerah menyumbang realisasi terbesar yakni sekitar Rp 1,74 Triliun atau 93 persen dari total target, Rp 2,1 Triliun (Bapenda Kota Makassar, 2026).
Bila dibandingkan dengan Kota Balikpapan (PAD Rp 1,2 Triliun), Kota Manado (PAD Rp 484,4 Miliar), Kota Ambon (PAD Rp 214,9 Miliar), dan Kota Jayapura (PAD Rp 292,89 Miliar), Kota Makassar memimpin di depan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi utama di Kawasan Timur Indonesia (KTI), jauh melampaui capaian kota-kota besar lainnya di wilayah tersebut.
Lompatan jauh kedepan ini tidak bisa tercapai bila tidak terjadi kolaborasi yang baik antara digitalisasi sebagai sebuah ide, dengan realitas koordinatif yang diupayakan secara bersama-sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250823-Arief-Wicaksono-Dosen-Fisip.jpg)