Opini
Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tapi Memberi Teladan
Mereka bisa belajar dari mana saja, menonton video pembelajaran kapan saja, bahkan bertanya kepada teknologi dalam hitungan detik.
Guru yang mau meminta maaf ketika salah sedang mengajarkan kerendahan hati.
Bahkan cara guru menghadapi masalah di sekolah bisa menjadi pelajaran hidup bagi murid.
Namun keteladanan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan ketegasan.
Ada anggapan bahwa guru yang baik adalah guru yang terlalu dekat dengan murid, terlalu longgar aturan, atau selalu menuruti keinginan murid agar dianggap menyenangkan.
Padahal dalam dunia pendidikan, kedekatan tetap harus memiliki batas.
Guru tetaplah guru, bukan teman sebaya.
Ada etika, ada jarak profesional, dan ada wibawa yang harus dijaga.
Ketegasan guru justru menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter murid.
Murid perlu memahami bahwa setiap aturan memiliki konsekuensi.
Guru yang tegas mengajarkan tanggung jawab.
Ketika guru menindak keterlambatan secara adil, murid belajar tentang disiplin.
Ketika guru tidak membiarkan kecurangan saat ujian, murid belajar tentang kejujuran.
Ketegasan seperti ini bukan bentuk kekerasan, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan murid.
Kadang guru terlalu takut dianggap galak sehingga membiarkan banyak pelanggaran kecil terjadi terus-menerus.
Padahal pelanggaran kecil yang dibiarkan bisa berkembang menjadi kebiasaan buruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-02-Yusran.jpg)