Opini
Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tapi Memberi Teladan
Mereka bisa belajar dari mana saja, menonton video pembelajaran kapan saja, bahkan bertanya kepada teknologi dalam hitungan detik.
Oleh: Yusran
Pendidik SMA Islam Athirah 1 Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, peran guru justru semakin penting.
Hari ini murid hidup di era media sosial, kecerdasan buatan, dan arus informasi yang nyaris tanpa batas.
Mereka bisa belajar dari mana saja, menonton video pembelajaran kapan saja, bahkan bertanya kepada teknologi dalam hitungan detik.
Namun di balik semua kecanggihan itu, ada satu hal yang tetap tidak bisa digantikan mesin, yaitu keteladanan seorang guru.
Dalam budaya Jawa dikenal ungkapan “digugu lan ditiru”.
Guru dipercaya sekaligus diteladani.
Kalimat sederhana ini sebenarnya menyimpan makna yang sangat dalam.
Menjadi guru bukan hanya soal menyampaikan materi pelajaran di depan kelas, melainkan menghadirkan contoh hidup yang bisa dilihat langsung oleh murid setiap hari.
Apa yang diucapkan guru, bagaimana cara guru bersikap, bahkan bagaimana ia memperlakukan orang lain, semuanya diam-diam direkam oleh murid.
Banyak orang mungkin lupa rumus matematika yang pernah diajarkan gurunya dulu.
Banyak juga yang tidak lagi mengingat detail teori-teori sosial yang pernah diajarkan di sekolah.
Tetapi hampir semua orang masih mengingat guru yang pernah memotivasi mereka, guru yang sabar mendengarkan keluh kesah, atau guru yang menegur dengan penuh kasih.
Di situlah letak besarnya pengaruh seorang pendidik.
Guru meninggalkan jejak bukan hanya di kepala murid, tetapi juga di hati mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-02-Yusran.jpg)