Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mahmud Suyuti

Persiapan Hari Raya Kurban-1

Sebenarnya waktu ideal untuk menabung atau memesan hewan kurban telah dipersiapkan sejak awal Dzulqaidah, yakni sebulan sebelum Idul Adha.

Tayang:
TRIBUN TIMUR/ist
OPINI - Machmud Suyuti, Dosen Hadis UIM dan Mubalig DPP IMMIM 

Namun bagi yang berkemampuan bisa tidak berkongsi, tidak berpatungan dengan orang lain, khususnya jika pilihan kambing sebagai hewan kurban maka hanya untuk orang, tidak boleh isytirak.

Dalilnya, berdasarkan riwayat dari Jabir bin Abdillah bahwa kami berkurban bersama Rasulullah SAW pada tahun Hudaibiyah dengan seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang (HR. Muslim).

Sedangkan untuk kambing berdasarkan riwayat Aisyah bahwa ketika Rasulullah SAW hendak menyembelih kurban, beliau membeli dua ekor kambing kibas lalu menyembelih seekor untuk umatnya kemudian menyembelih seekor lagi untuk dirinya dan untuk keluarganya (HR. Abu Daud dan Imam Ahmad).

Merajut Solidaritas dan Soliditas dengan Berkurban

Sebagaimana Idul Fitri setiap tahunnya, umat Islam membina solidaritas dengan mengeluarkan zakat berupa makanan pokok yang diberikan kepada fakir miskin.

Khusus Idul Adha nanti, mereka membina solidaritas dengan cara berkurban sebagai kelengkapan bahan makanan pokok tadi, berupa daging sapi atau kambing dihadiahkan kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya.

Jadi dengan hari Raya Idul Adha hendaknya dijadikan momen pembinaan soliditas sesama umat, tidak lengkap jika hanya berzakat saat Idul Fitri, namun belum berkurban di Idul Adha.

Segi soliditas berkurban dilatarbelakangi kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS (QS. al-Shaffat/37: 102).

Lalu bagaimana dengan sebagian kita yang mampu membeli jam tangan mahal bermerek, membeli Handphone seharga jutaan rupiah namun tidak berkurban.

Sebagian kita pasti mengutamakan kelengkapan perabot rumah tangga, bahkan bisa membeli kendaraan, motor dan mobil sebagai kebutuhan duniawi, namun enggan membeli seekor kambing atau sapi untuk berkurban yang waktunya hanya setahun sekali.

Berkurban memang hanya sekali setahun tetapi keutamaan dan pahalanya sangat besar. Nabi SAW bersabda kepada anaknya Fatimah, bangunlah dan saksikan hewan kurbanmu karena engkau diampuni dari mulai awal tetes darahnya yang pertama dari setiap dosa-dosa yang pernah engkau lakukan.

Hadis Urgensi Berkurban

Nabi SAW bersabda umatku yang terbaik adalah yang berkurban dan yang terburuk adalah mereka yang tidak berkurban (HR. Turmuzi dan Ibnu Majah).

Selanjutnya dalam sebuah riwayat hadis dari Nabi SAW disampaikan oleh Sayyidina Ali RA berkata bahwa siapa yang keluar dari rumahnya untuk membeli hewan kurban, maka setiap langkahnya mendapatkan sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh kesalahan.

Lebih lanjut riwayat tersebut menyebutkan bahwa apabila berbicara ketika membeli hewan kurban maka pembicaraannya merupakan tasbih.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved