Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Mengapa Rakyat Masih Susah?

Slide presentasi menampilkan angka 5,61?ngan grafik hijau menanjak. "Ini bukti akselerasi ekonomi!" seru salah satu menteri.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Syamsu Alam Dosen FEB UNM 

Hasilnya? Rupiah tidak tenggelam, tapi tetap terbawa arus di level Rp16.500-18.000/USD.

Relevan dengan Impossible Trinity Theory, BI memilih independensi kebijakan moneter dan arus modal bebas, sehingga nilai tukar sulit distabilkan.

Trilemma Kebijakan Moneter adalah teori negara tidak bisa secara bersamaan mencapai tiga tujuan berikut secara penuh, kurs tetap, kebebasan arus modal internasional (free capital mobility), Kebijakan moneter independen (independent monetary policy).

Kedua, inflasi siluman dari minyak. Kenaikan harga minyak dunia tidak hanya berdampak pada BBM.

Sekitar 40?mpaknya ada di petrokimia, plastik, komponen elektronik, tekstil, yang ada di hampir semua rantai pasok.

Subsidi BBM mungkin menahan inflasi transportasi, tapi inflasi barang konsumsi tetap merayap naik.

Ketiga, ruang fiskal yang menyempit drastis. Defisit APBN triwulan I sudah mencapai 93?ri batas legal undang-undang.

Artinya, hampir sepertiga "jatah" defisit tahunan habis dalam tiga bulan. Akibat potensialnya pemerintah sulit mengulangi stimulus belanja agresif di triwulan berikutnya.

Ketidakpastian yang Mahal

Di tengah badai ini, dunia usaha mengambil sikap: wait and see. Survei internal Apindo menunjukkan mayoritas pengusaha tidak berencana ekspansi.

Dana besar justru "parkir" di deposito, tabungan di atas Rp5 miliar naik 25 % year-on-year. Uang menganggur, perputaran ekonomi melambat.

Penyebabnya bukan hanya faktor eksternal. Kebijakan domestik yang tidak konsisten memperparah ketidakpastian.

Contohnya wacana revisi bagi hasil minerba yang diumumkan Jumat (8 April 2026), lalu diubah ke hari Senin (11 April 2026).

Akibatnya pasar modal bereaksi keras, IHSG turun 2,8?lam sehari.

Dalam perspektif Real Options, dalam ketidakpastian tinggi, nilai "menunggu" lebih besar daripada nilai "investasi sekarang".

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved