Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Salam Tribun Timur

Petani Sinjai Berebut Air, Watampone Kebanjiran

Inilah anomali cuaca yang sesungguhnya. Makassar panas terik. BMKG ingatkan ancaman El Nino. Tetapi di Bone, justru banjir besar datang.

Tayang:
Tribun-timur.com/DOK WARGA/NURAFNI
BANJIR DI BONE - Warga terjebak banjir di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulsel, Jumat (8/5/2026) dini hari. Kantor pemerintahan di Watampone, ibu kota kabupaten ikut terendam. 

Ironinya, di saat yang sama sebagian petani Sulsel sedang cemas menghadapi kekeringan akibat El Nino.

Satu daerah kebanjiran.

Daerah lain berebut air sawah.

Cuaca kini seperti kehilangan pola.

Maka pemerintah tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama.

Penanganan banjir tidak cukup hanya evakuasi dan dapur umum setelah air naik.

Mitigasi harus menjadi prioritas.

Drainase kota harus dibenahi serius.

Normalisasi sungai dan kanal jangan menunggu bencana datang.

Wilayah pesisir harus memiliki sistem peringatan dan evakuasi yang lebih cepat.

Dan yang paling penting: pemerintah daerah harus mulai menganggap krisis iklim sebagai ancaman nyata, bukan sekadar bahan seminar.

Karena yang tenggelam bukan hanya rumah warga. Tetapi juga rasa aman masyarakat.

Bone memberi pelajaran penting hari ini.

Bahwa di era perubahan iklim, musim tidak lagi bisa ditebak dengan kalender.

Dan ketika kemarau saja bisa mendatangkan banjir, maka kewaspadaan tidak boleh ikut kering. 

Wassalam.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved