Salam Tribun Timur
Tergantung Pak Polisi
Tanggal 1 Mei, Hari Buruh. Tanggal 2 Mei, Hari Pendidikan. Dua hari berurutan. Dua momentum besar. Dua makna mulia. Tetapi di Makassar...
Tayang:
Penulis: AS Kambie | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
HARI BURUH - Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Buruh Peduli Hak Buruh saling dorong dengan aparat keamanan di depan halaman Kantor Walikota Palopo, Jumat (1/5/2026) saat melakukan unjuk rasa Hari Buruh Internasional atau May Day. Aksi dorong-mendorong itu terjadi saat pengunjuk rasa meminta ingin bertemu dengan Walikota Palopo, Naili Trisal.
TRIBUN-TIMUR.COM - Tanggal 1 Mei, Hari Buruh.
Tanggal 2 Mei, Hari Pendidikan.
Dua hari berurutan.
Dua momentum besar.
Dua makna mulia.
Tetapi di Makassar, keduanya seperti punya satu tradisi yang sama: demo.
Awal Mei selalu terasa lain.
Mendebarkan polisi.
Mendebarkan aktivis.
Mendebarkan pengusaha.
Dan terutama mendebarkan pemerintah dan buruh. Tahun ini pun tak jauh berbeda.
Hujan turun di Jalan AP Pettarani, Jumat sore.
Asap menyengat menguar di simpang Alauddin.
Suara tuntutan bercampur dengan sirene dan teriakan.
Sebuah pola yang seperti berulang.
Berita Terkait: #Salam Tribun Timur
| Antimager vs Antidemo: Antara Gerak yang Dirayakan dan Gerak yang Dikendalikan |
|
|---|
| Leave Your Mark: 22 Tahun Berjejak Bersama Tribun Timur Lokal Bercerita Menjangkau Dunia |
|
|---|
| Jalan Sehat Anti Mager vs Jalan Sehat Anti Malas Mikir dalam Mental Pejabat yang Selalu Mau Dikagumi |
|
|---|
| Salam Tribun Timur: Antara Prof JJ dan Coach JH Beda Tapi Serupa |
|
|---|
| Rumah Sakit Regional di Tengah Harapan Warga Paling Rapuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260501-Demo-Hari-Buruh-di-Palopo.jpg)