Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Bagong Suyanto

Darurat Geng Motor dan Begal di Makassar

Pelaku geng motor dan begal bukanlah penjahat atau residivis dewasa yang sudah keluar-masuk bui berkali-kali.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Bagong Suyanto, Guru Besar dan Dosen Prodi S2 kajian Ilmu Kepolisian Pascasarjana Universitas Airlangga 

Oleh: Bagong Suyanto
Guru Besar dan Dosen Prodi S2 kajian Ilmu Kepolisian Pascasarjana Universitas Airlangga

TRIBUN-TIMUR.COM - Ulah begal dan geng motor belakangan ini makin meresahkan.

Makassar boleh dikata tengah menghadapi situasi darurat geng motor.

Seperti dilaporkan Tribun Timur tanggal 6 Mei 2026, dalam sepekan terakhir, masyarakat dibuat resah akibat tindak kejahatan jalanan yang terjadi di berbagai sudut kota.

Makassar, kota metropolitan yang dikenal dengan keramahannya, dalam beberapa hari terakhir terasa tidak lagi aman.

Masyarakat was-was keluar rumah, terutama karena teror begal dan geng motor.

Jalan-jalan protokol yang seharusnya aman dan menjadi lalu-lalang warga yang keluar rumah, belakangan ini berubah menjadi arena balap liar, arena bagi geng motor untuk unjuk identitas.

Mereka bukan hanya pamer senjata tajam berupa busur panah dan parang, tetpi tak jarang juga akan menyerang siapa pun yang dijumpai di jalanan sekadar untuk menunjukkan eksistensi mereka.

Kasus geng motor dan begal di makassar bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan ancaman serius terhadap keamanan publik dan citra Kota Makassar.

Masalah ini tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa dilakukan penanganan yang serius.

Ulah geng motor dan makin maraknya tindakan begal sudah sampai pada taraf yang benar-benar meresahkan masyarakat.

Tidak heran jika saat ini masyarakat menggantungkan harapan kepada aparat kepolisian agar segera mengambil tindakan tegas dan kembali mengamankan jalanan dari ulah geng motor dan begal.

Akar Masalah

Munculnya kasus geng motor dan begal sebetulnya bukan hal yang baru.

Studi menunjukkan, penyebab munculnya fenomena geng motor dan begal ini berakar dari kombinasi kompleks antara masalah ekonomi, kurangnya pengawasan orang tua, serta kebutuhan akan eksistensi diri pada remaja.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved