Opini
Zero Tong: Ketika Sekolah Tidak Lagi Membutuhkan Tempat Sampah
Ia mengubah wajah SDN 002 Samarinda menjadi ruang belajar yang bersih, bukan karena banyaknya tempat sampah, tetapi justru
Menanamkan sikap bahwa sampah harus dihindari, membangun norma kolektif bahwa tidak ada yang membuang sampah, serta menghilangkan “kemudahan” membuang dengan cara meniadakan tempat sampah.
Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip Behaviorism, di mana pembiasaan melalui pengulangan dan penguatan sosial akan membentuk perilaku baru yang bersifat otomatis.
Pada awalnya mungkin terasa sebagai aturan yang memaksa, tetapi lama-kelamaan berubah menjadi kesadaran yang mengakar.
Ketika semua orang melakukan hal yang sama, maka perilaku itu tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai kewajaran.
Dalam perspektif yang lebih luas, apa yang dilakukan sekolah ini mencerminkan pergeseran dari paradigma pengelolaan menuju paradigma pencegahan dalam Waste Management.
Selama ini, kita lebih sibuk memikirkan bagaimana sampah dipilah, diangkut, dan didaur ulang. Namun “zero tong” mengajak kita berpikir dari hulu: bagaimana sampah tidak pernah tercipta.
Ironisnya, kita sering merasa sudah cukup berkontribusi hanya dengan membuang sampah pada tempatnya.
Kita bangga dengan tempat sampah berwarna-warni, seolah-olah masalah selesai di sana.
Padahal, kita baru memindahkan persoalan, belum menyelesaikannya. Kita mengelola akibat, tetapi belum menyentuh sebab.
Di sekolah ini, logikanya dibalik.
Jika tidak ada sampah, maka tidak perlu ada sistem pengelolaan sampah.
Sederhana, tetapi menarik.
Di banyak tempat, kita menambah tempat sampah agar terlihat peduli lingkungan.
Di sini, tempat sampah justru dihilangkan agar kepedulian itu benar-benar terjadi.
“Zero tong” pada akhirnya bukan sekadar inovasi kebijakan sekolah. Ia adalah kritik terhadap budaya konsumsi kita yang terlalu nyaman dengan konsep “buang saja nanti”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dosen-UIN-Alauddin-Makassar-Abd-Majid-Hr-Lagu-1-2522026.jpg)