Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Zero Tong: Ketika Sekolah Tidak Lagi Membutuhkan Tempat Sampah

Ia mengubah wajah SDN 002 Samarinda menjadi ruang belajar yang bersih, bukan karena banyaknya tempat sampah, tetapi justru

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/DOK PRIBADI
Dosen UIN Alauddin Makassar, Abd Majid Hr Lagu 

Kita ajarkan mana organik, mana anorganik dan mana B3.

Itu penting, tentu saja.

Tetapi SDN 002 Samarinda melangkah lebih jauh: mereka tidak lagi sibuk memilah, karena sampahnya memang tidak ada.

Mereka tidak sekadar mengelola sampah. Mereka mencegahnya lahir.

Dari sini muncul satu konsep yang menarik: zero waste yang berujung pada zero tong.

Sebuah kondisi di mana tempat sampah menjadi tidak relevan, bahkan tidak diperlukan.

Sebab, untuk apa menyediakan tong sampah jika tidak ada yang perlu dibuang?

Zero tong” bukan hanya tentang ketiadaan benda fisik berupa tempat sampah.

Ia adalah simbol perubahan cara berpikir.

Dari reaktif menjadi preventif.

Dari membuang menjadi menahan diri.

Dari mengelola dampak menjadi menghapus sumber masalah.

Jika ditarik lebih dalam, praktik “zero tong” ini sebenarnya bukan sekadar kebijakan sekolah, melainkan contoh konkret bagaimana perubahan perilaku dapat direkayasa melalui desain lingkungan sosial.

Dalam kerangka Theory of Planned Behavior, perilaku manusia dibentuk oleh tiga unsur utama: sikap, norma sosial, dan persepsi kontrol.

Sekolah ini secara simultan mengintervensi ketiganya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved