Opini
Ketika Kampus Membiarkan Rokok Menemukan Rumahnya
Kampus yang seharusnya menjadi ruang pembentukan perilaku sehat justru kerap menjadi tempat normalisasi perilaku berisiko.
Oleh: Nur Afiaty Mursalim
Dosen Prodi D4 Promosi Kesehatan FIKK UNM
TRIBUN-TIMUR.COM - Fenomena merokok di lingkungan kampus sering kali dipandang sebagai sesuatu yang “biasa saja”.
Di sudut-sudut fakultas, kantin, hingga area parkir, aktivitas merokok seolah menjadi bagian dari lanskap keseharian mahasiswa.
Bahkan, tidak jarang ia hadir dalam ruang-ruang diskusi akademik, menyatu dengan obrolan santai, kerja kelompok, hingga dinamika organisasi kemahasiswaan.
Kampus yang seharusnya menjadi ruang pembentukan perilaku sehat justru kerap menjadi tempat normalisasi perilaku berisiko.
Masalahnya bukan semata pada perilaku individu, tetapi pada budaya yang secara perlahan membentuk persepsi kolektif.
Mahasiswa tidak selalu merokok karena ketidaktahuan.
Sebagian besar justru memahami risiko kesehatan yang ditimbulkan.
Namun, seperti halnya pada remaja, keputusan untuk merokok lebih sering dipengaruhi oleh faktor sosial: kebutuhan akan penerimaan, solidaritas kelompok, hingga konstruksi identitas diri sebagai “dewasa” dan “bebas”.
Dalam konteks ini, rokok berfungsi sebagai simbol sosial yang sulit disaingi oleh sekadar pesan kesehatan.
Kampus, sebagai institusi pendidikan tinggi, memiliki posisi strategis namun sekaligus dilematis.
Di satu sisi, terdapat regulasi tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Di sisi lain, implementasinya sering kali longgar—bahkan cenderung permisif.
Ketika dosen, tenaga kependidikan, atau bahkan pimpinan tidak memberikan teladan yang konsisten, maka norma sosial yang terbentuk menjadi ambigu.
| Siswa SMA Islam Athirah Didorong Bikin Buku Antologi, Karya Tulis Ilmiah, Artikel |
|
|---|
| Ketika Tempat Penitipan Menjadi Tempat Ketakutan: Alarm Krisis Pengasuhan Anak |
|
|---|
| Sa’i Hybrid: Ketika Ibadah Bertemu Fleksibilitas dan Kepedulian Sosial |
|
|---|
| Swasembada Pangan Benteng Utama Ketahanan Negeri |
|
|---|
| Mengapa Jurusan Keguruan Mulai Diragukan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-07-Nur-Afiaty-Mursalim.jpg)