Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Jangan Asal Tutup Prodi, Green Job Butuh Lulusan Multidisiplin

Daripada menutup, prodi yang kurang relevan sebaiknya direvitalisasi melalui penguatan kurikulum dan pendekatan multidisiplin.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Harry Yulianto, Dosen STIE YPUP Makassar 

Di Jerman dan Denmark, prodi humaniora tetap hidup karena diwajibkan mengambil materi keberlanjutan.

Lulusannya menjadi perencana kota hijau, konsultan CSR, atau analis dampak lingkungan.

Bayangkan jika semua prodi ilmu sosial ditutup.

Siapa merancang pajak karbon yang adil?

Siapa meneliti persepsi masyarakat terhadap pembangkit listrik tenaga sampah?

Green job tidak optimal jika hanya fokus pada mesin, melupakan manusia.

Ilustrasi: Prodi Non-Teknis yang Berkontribusi

Perhatikan skenario ini.

Prodi Antropologi yang nyaris ditutup diberi mata kuliah "Etnografi Perubahan Iklim".

Lulusannya menjadi mediator konflik di konservasi mangrove.

Prodi Sastra Inggris dengan konsentrasi "Komunikasi Lingkungan" melahirkan penulis laporan keberlanjutan.

Prodi Filsafat dengan peminatan "Etika Lingkungan" melahirkan lulusan yang direkrut think tank kebijakan iklim.

Bayangkan keluhan manajer SDM LSM: "Kami kesulitan mencari lulusan yang bisa menulis proposal konservasi sekaligus memahami perilaku masyarakat pesisir.

Sarjana biologi saja tidak cukup." Green job haus akan lulusan lintas disiplin.

Prodi yang nyaris ditutup bisa diselamatkan dengan revitalisasi kurikulum hijau, bukan dimatikan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved