Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Bachtiar Adnan Kusuma

Ayat-Ayat Buku dari Moncongloe

Pada sisi lain Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Prof. Stella Christie yang tegas kalau otak manusia selalu diasah.

Ist
OPINI - Bachtiar Adnan Kusuma, Ketua Forum Perkumpulan Penerima Penghargaan NJDP Perpustakaan Nasional. 

Ayat kedua, mengutip salah satu penelitian yang dilakukan LSM kesehatan masyarakat di Inggris menunjukkan bahwa orang yang tidak bisa membaca dan menulis berpotensi mengindap demensia.

Penelitian yang dipimpin penulis Jennifer J Manly dari Universitas Columbia, sekolah dokter ahli bedah Vagelos dan diterbitkan Jurnal American Academy of Neurology, menegaskan kalau demensia memiliki karakteristik seperti kehilangan ingatan kronis, perubahan kepribadian atau ganggaun nalar.

Demensia acapkali menyerang orang tua.

Apa yang dikemukakan Pennebaker. Jennifer J Manly dan Prof. Stella, penulis menghubungkan pengalaman faktual dengan guru bahasa Inggris penulis semasa di Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial Negeri Ujungpandang (SMPS) yaitu almarhumah Dra Hj. Is Fachrudin, istri pendiri Fakultas Pertanian Unhas dan Rektor Unhas, Prof.Dr.I.H.Fachrudin.

Suatu ketika penulis bertanya kepada Dra Hj. Is Fachrudin, apa yang membuat ibu tidak menggunakan kacamata dan masih kuat mengendarai sendiri mobil? Dra Is Fachrudin menjawabnya, tatkala di usia SMP menjelang memasuki Sekolah Guru Agama (SGA) di Cisadane Bogor.

Ia rajin membaca buku-buku agama dan novel sebagai kegiatan rutinnya setiap hari.

Dan inilah yang membuat diri almarhum Hj. Is Fachrudin tetap sehat karena tidak memakai kacamata membawa mobil sendiri dan terhindar dari penyakit demensia karena efek kebiasaan membaca buku semasa remaja.

Membaca adalah sehat.

Dan siapa yang tidak membaca buku dalam satu detik, maka sama halnya kembali menjadi buta aksara (buta literasi).

Bacalah sebelum engkau dibacakan di dinding kuburmu!

Ayat ketiga, menulis itu Hebat.

Siapa yang menulis, maka akan dikenang dalam sejarah.

Para ulama besar dunia telah menunjukkan contoh yang baik dengan menulis buku.

Misalnya saja, Imam Alghazali menulis Kitab Ihya Ulumuddin menjadi buku tuntunan umat Islam bagaimana menunaikan shalat dengan benar.

Demikian pula, Ibnu Sina menulis buku tentang kedokteran Islam berjudul “Assyifa “, Ibnu Batutah seorang pengelana dunia menulis buku “Rihla Ibnu Batutah”, Buya Hamka menulis “Tafsir Al-Azhar”, Ali Yafie menulis buku “Fiqhi Sosial” dan Bey Arifin dengan bukunya “Samudera Alfatiha”.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved