Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Bachtiar Adnan Kusuma

Ayat-Ayat Buku dari Moncongloe

Pada sisi lain Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Prof. Stella Christie yang tegas kalau otak manusia selalu diasah.

Ist
OPINI - Bachtiar Adnan Kusuma, Ketua Forum Perkumpulan Penerima Penghargaan NJDP Perpustakaan Nasional. 

-Memperingati Hari Buku Sedunia Tgl 23 April 2026
Oleh: Bachtiar Adnan Kusuma
Ketua Forum Perkumpulan Penerima Penghargaan NJDP Perpustakaan Nasional

TRIBUN-TIMUR.COM - Benarkah menulis buku itu hebat?

Penulis mencoba menggugat kembali budaya menulis kita di Hari Buku Sedunia, pada Kamis 23 April 2026.

Caranya dengan menemui guru-guru Taman Kanak-Kanak yang berada di jalan poros Moncongloe-Zipur dan persimpangan kabupaten Maros dan Gowa, Sulawesi Selatan.

Selain itu, penulis juga berdiskusi jarak jauh dengan pelaksana Semesta Buku Indonesia dari Kompas Gramedia.

Dalam kunjungan dan diskusi jarak jauh tentang buku, penulis memantik empat hikmah, benarkah Menulis Buku itu Hebat?

Ayat pertama, mengutip pernyataan psikolog terkemuka Amerika Serikat, James W. Pennebaker, menegaskan kalau menulis ekspresif kaitannya dengan kesehatan fisik dan mental.

Ia meminta orang lain menulis tentang pengalaman traumatis atau tekanan emosional dan menunjukkan tindakan menulis menghasilkan manfaat kesehatan yang signifikan.

Pada sisi lain Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Prof. Stella Christie yang tegas kalau otak manusia selalu diasah.

Karena hanya dengan diasah dengan membaca dan menulis, otak manusia bisa berfungsi dengan baik.

Menurut Prof. Stella, konsep bermain dalam panggung belajar bahwa manusia menggunakan waktunya 60 persen bermain di masa kanak-kanak dan pentingnya bermain di usia masa kanak-kanak.

Buktinya, kata Stella anak-anak bermain sekaligus belajar tujuannya mempersiapkan diri agar anak-anak kelak dewasa bisa menghadapi hidup.

Caranya, pandai beradaptasi dan pandai memecahkan masalah.

Dalam bermain anak-anak bisa menyelesaikan berbagai masalah, misalnya saja, kata Stella bermain kelereng banyak sekali pelajaran tentang matematika dan ilmu fisika.

Nah, disaat anak-anak TK bermain sesungguhnya menciptakan kolaborasi dan sinergi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved