Opini
Save Our Planet: Ditengah Rapuhnya Gencatan Senjata
Bumi tempat kita berpijak, adalah sebuah ekosistem global yang sejatinya menjadi milik kita semua yang hidup diatas planet ini.
Jadi kalau dikaitkan dengan pakta konflik geopolitik saat ini, dari perspektif human ecology sebelumnya.
Melihat konflik bukan cuma soal militer atau politik, tapi juga soal “ekosistem” yang lebih luas: tanah, air, pangan, energi, migran, ideologi, dan makhluk non-manusia lainnya.
Fenomena human behavior yang menjadi trending topik adalah “No Kings”, sebuah issue dalam beberapa pekan terakhir terkait pasca invasi Amerika Serikat bersama kroninya ke wilayah territorial Iran pada akhir Februari yang lalu.
Gerakan protes yang muncul di Amerika Serikat, menentang arah kebijakan pemerintahan Donald Trump dan menyerukan pengakhiran kekuasaan otoriter.
Gerakan ini didasarkan pada prinsip bahwa kekuasaan berasal dari rakyat, bukan dari seorang pemimpin yang bertindak seperti raja.
Kondisi ini diresponse berbagai lapisan di seluruh dunia, mulai dari benua Eropa hingga di daratan Asia meski dalam hubungan relasi yang berbeda.
Gerakan tersebut dipandang sebagai peringatan tentang bahaya polarisasi dan simplifikasi dalam politik, serta pentingnya literasi politik dan etika diskursus dalam demokrasi.
Fenomena sosial ini patut diwaspadai karena pengaruh manipulasi digital dan algoritma media sosial bisa menambah rumit eskalasi.
Tapi kembali ke moral sang Pemimpin Negara tersebut, karena dia yang menentukan arah kebijakan pemerintahannya.
Menjelang Hari Bumi menjadi saksi potret sosok profile manusia bernama Donald Trump dan Netanyahu.
Sebagai sumber malapetaka yang penuh ambisi “kebiadaban” berupa genocida entitas bangsa dan pemusnahan terhadap sebuah peradaban.
Hanya dua yang bisa menghentikan sepak terjang mereka adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Rakyatnya sendiri, yang sadar terbangun dari mimpi panjang yang tak berujung.
Semoga peringatan kecil ini, bisa berdampak besar bagi penduduk bumi. Allahu Alam bi syawab.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-21-Djusdil-Akrim.jpg)