Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Menjadi Manusia Pancasila

Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara yang akan menjadi fondasi bagi Indonesia setelah kemerdekaan.

 Muhammad Syafitra/Tribun Timur
OPINI - Muhammad Syafitra S.Pd.,Gr, Guru Pendidikan Pancasila di SMA Islam Athirah Bukit Baruga. 

Dalam ajaran tersebut terkandung anjuran bahwa, Manusia tidak dibenarkan mempunyai sikap dan perbuatan anti Tuhan Yang Maha Esa dan anti agama.

Dengan kata lain, Manusia tidak dibenarkan menerima adanya paham meniadakan Tuhan Maha Esa.

Menurut Notonagoro dalam buku Filsafat Pancasila penulis Prof.Dr.Suyahmo,M.Si bahwa Tuhan pada hakikatnya sebagai Zat yang tidak dapat tidak ada, Jadi Zat yang pasti ada, Zat yang mutkak,sempurna, kuasa, tak terbatas dan tak berubah, sebab pertama dari segala yang ada.

Ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa di dalamnya memberikan kebebasan kepada pemeluknya untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya, tak ada paksaan, dan antar penganut agama yang berbeda harus saling hormat menghormati dan bekerja sama.

Kedua, Ajaran Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan yang sesuai dengan nilai nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan mutlak hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab adalah pelaksanaan empat tabiat saleh.

Menurut saya empat tabiat saleh itu sebagai dasar ajaran moral Pancasila.

Empat tabiat saleh itu adalah kebijaksanaan, kesederhanaan, keteguhan dan keadilan.

Ketiga, Ajaran Sila Persatuan Indonesia, dalam konteks Pancasila dapat diartikan sebagai usaha kearah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina Nasionalisme dalam Negara Indonesia.

Persatuan Indonesia yang demikian ini merupakan suatu proses untuk menuju terwujudnya Nasionalisme Indonesia, dengan modal dasar persatuan warga negara Indonesia baik bangsa Indonesia asli maupun keturunan asing dan dari bermacam macam suku bangsa.

Keempat, Ajaran Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Sila ini menjadi dasar dari sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia.

Melalui sila ke-4, bangsa Indonesia menegaskan bahwa setiap keputusan penting harus diambil dengan musyawarah, bukan dengan paksaan atau kekuasaan sepihak.

Prinsip ini menjadikan Pancasila tidak hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Makna sila ke-4 mencerminkan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, dan rakyatlah yang memiliki hak untuk menentukan arah pembangunan bangsa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved