Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Menjadi Manusia Pancasila

Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara yang akan menjadi fondasi bagi Indonesia setelah kemerdekaan.

 Muhammad Syafitra/Tribun Timur
OPINI - Muhammad Syafitra S.Pd.,Gr, Guru Pendidikan Pancasila di SMA Islam Athirah Bukit Baruga. 

Oleh: Muhammad Syafitra S.Pd.,Gr
Guru Pendidikan Pancasila di SMA Islam Athirah Bukit Baruga

TRIBUN-TIMUR.COM - Pancasila bukanlah ideologi yang bersifat totaliter dan dipakssakan untuk diterima secara buta, seperti halnya Marxisme.

Pancasila merupakan hasil penggalian kebudayaan dan perkembangan kebudayaan Indonesia.

Ideologi Pancasila ini, apabila disampaikan secara sederhana, jelas dan terus menerus, baik dalam kata maupun teladan, akan mampu mengetuk hati nurani setiap rakyat Indonesia.

Pancasila lahir melalui proses yang panjang dan melibatkan diskusi serta musyawarah oleh para pendiri bangsa.

Gagasan tentang dasar negara Indonesia mulai muncul ketika Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II.

Saat itu, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945 setelah menjanjikan kemerdekaan Indonesia.

Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara yang akan menjadi fondasi bagi Indonesia setelah kemerdekaan.

Pada sidang BPUPKI pertama yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, muncul banyak usulan mengenai dasar negara, termasuk dari tiga tokoh utama: Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato yang bersejarah oleh Soekarno kemudian disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara dan Ideologi Bangsa.

Pancasila yang telah dirumuskan oleh pendiri bangsa kita harus dilanjutkan oleh seluruh rakyat Indonesia dengan menerapkan ajaran Pancasila dalam kehidupan sehari hari.

Lima ajaran dari Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, satu sama lain tak dapat dipisahkan meskipun tiap sila dapat berdiri sendiri dan mempunyai fungsi tersendiri.

Untuk mengaplikasikan ajaran Pancasila harus dijelaskan untuk dihayati dan diamalkan.

Di samping itu ajarkan Pancasila harus dibudayakan, dan cara membudayakan pancasila adalah penghayatan tentang arti ajaran Pancasila secara murni terlepas dari pandangan golongan apapun yang selanjutnya untuk diamalkan dalam kehidupan sehari hari.

Ajaran Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Pilihan

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved