Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Hijrah Ekologis: Sebuah Amanah Peradaban

Hijrah adalah keberanian untuk meninggalkan praktik-praktik yang merusak menuju tatanan kehidupan yang lebih baik dan lebih bermartabat.

Tayang:
DOK PRIBADI
OPINI - Irfan Yahya, Sosiolog, Akademisi, dan Ketua DPD Hidayatullah Makassar 

Oleh: Irfan Yahya
Sosiolog, Akademisi, dan Ketua DPD Hidayatullah Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kembali hadir di tengah kehidupan umat Islam.

Muhararam sebagai awal bulan dalam penanggalan Islam ini tidak sekadar menandai pergantian kalender Hijriah, tetapi mempertegas kembali pada sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam: hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Yastrib (Madinah saat ini).

Peristiwa tersebut bukan hanya perpindahan fisik dan geografis semata, melainkan titik balik lahirnya sebuah tatanan sosial baru yang dibangun di atas nilai-nilai tauhid, keadilan, persaudaraan, dan tanggung jawab kolektif.

Namun, di tengah berbagai ritual peringatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun, hijrah sering kali direduksi menjadi sekadar simbol perubahan individual.

Padahal, jika ditelaah lebih mendalam, hijrah sesungguhnya mengandung makna transformasi peradaban.

Hijrah adalah keberanian untuk meninggalkan praktik-praktik yang merusak menuju tatanan kehidupan yang lebih baik dan lebih bermartabat.

Dalam konteks kehidupan kontemporer saat ini, salah satu wujud hijrah yang mendesak dan penting untuk dilakukan adalah hijrah ekologis.

Sebab, dunia saat ini sedang menghadapi krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi lahan, pencemaran air, serta meningkatnya frekuensi bencana ekologis merupakan fakta yang tidak lagi dapat dipandang sebagai ancaman masa depan.

Krisis ini kini telah nampak di sekitar kita dan memengaruhi kualitas hidup masyarakat secara nyata.

Sulawesi Selatan pun tidak luput dari situasi tersebut.

Berbagai daerah, khususnys di daerah aliran sungai menghadapi tekanan akibat perubahan tutupan lahan di kawasan hulu.

Sedimentasi yang terjadi selama puluhan tahun terus mengancam keberlanjutan kawasan tengah dan hilir.

Kawasan tangkapan air mengalami penurunan fungsi ekologis akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved