Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Klakson Abdul Karim

Politik Ayam

Bedanya dengan ayam kuat tadi adalah mereka punya rasa kenyang. Sementara penguasa kandang politik tak kunjung kenyang.

Tayang:
Ist
KLAKSON - Abdul Karim Ketua Dewas LAPAR Sulsel / Majelis Demokrasi & Humaniora 

Mereka mampu mengaturnya, mengendalikannya, dan mengontrolnya.

Bedanya dengan ayam kuat tadi adalah mereka punya rasa kenyang.

Sementara penguasa kandang politik tak kunjung kenyang.

Lambung ayam dan lambung manusia memang beda, namun fungsi lambung keduanya sama saja; untuk kenyang.

Dalam konteks politik, istilah “hukum rimba” tak relevan lagi rasanya.

Sebab satu persatu rimba punah, berubah menjadi industri atau lainnya.

Kita sebaiknya menggunakan istilah “hukum ayam” saja dalam menyimak politik.

Sebab ayam begitu dekat dengan kita.

Konteks “hukum ayam” itu dapat kita mendefenisikannya menjadi “politik ayam” dalam memotret pergerakan politik negeri kita.

Praktek “politik ayam” dinegeri kita sungguh massif; kompetisi yang kuat, konflik yang diulik, hingga koalisi diujung. 

Lau posisi rakyat dimana? Kelihatannya rakyat ibaratnya sebagai pakan.

Mereka laksana dedak, konsentrat dan jagung yang diperebutkan sebagaimana dalam dunia per-ayaman.

Lihatlah ayam-ayam itu, pakan diperebutkan, dipatuk, sesekali digaruknya dengan kaki lantas dipatuk lagi hingga si ayam kenyang.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved