Opini
Menjaga Kota di Tengah Pengetatan
Pada sisi lain, proporsi pendapatan pemerintahan Kabupaten/Kota berada di 30 – 40 persen dari total PAD.
Peran Masyarakat
Meski fiskal daerah sedang dalam keadaan yang sempit, namun akuntabilitas harus tetap menjadi perhatian.
Diperlukan peran serta masyarakat secara luas, dalam artian masyarakat tetap diberi ruang yang secara konstruktif dapat menekan praktik penyimpangan.
Masyarakat Kota Makassar percaya bahwa pajak yang mereka bayarkan berkontribusi secara langsung dan tidak langsung terhadap pembangunan. Tanpa kepercayaan, tidak ada kepatuhan, apalagi partisipasi.
Kepatuhan tanpa kepercayaan melahirkan ketaatan yang rapuh. Kepercayaan tanpa partisipasi menghasilkan jarak antara pemerintah dan warga.
Layanan yang adil, jalanan yang terawat, pasar yang tertib, hingga ruang pubik yang hidup, adalah makna sosial dari keberadaan Bapenda Kota Makassar. Peningkatan pendapatan dan rasa memiliki kota kiranya dapat menjadi bukti.
| Paskibraka, Prasangka, dan Janji Bhinneka Tunggal Ika |
|
|---|
| Paradoks Demokrasi Liberal: Ketika Pilihan Individu Terbentur Tembok Kultural dan 'Ewuh Pakewuh' |
|
|---|
| Spirit Kurban di Tengah Zaman yang Serba Transaksional |
|
|---|
| Pesan Kemanusiaan di Puncak Ketaatan Berkurban |
|
|---|
| Normalisasi Gaya Hidup Modern dan Erosi Budaya Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-02-Arief-Wicaksono.jpg)