Rupiah Tembus Rp18.059 per Dolar, Dosen Ekonomi Unhas Warning Pemerintah
Melemahnya rupiah memperpanjang tren negatif yang terjadi sejak Mei 2026.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Imam Wahyudi
Kondisi tersebut, lanjut dia, berpotensi memengaruhi ruang fiskal pemerintah, termasuk kemampuan dalam menyalurkan berbagai program subsidi.
“Otomatis bisa jadi subsidi-subsidi itu berkurang. Jadi kasihan orang-orang berpendapatan rendah dan berpendapatan tetap,” ujarnya.
Prof Asdar juga menyoroti fenomena keluarnya dana investor asing dari pasar saham Indonesia yang mencapai puluhan triliun rupiah sepanjang tahun ini.
Ia menilai investasi yang paling diharapkan adalah investasi riil yang benar-benar masuk ke sektor produktif.
Seperti pembangunan pabrik, kawasan industri, pertambangan, maupun sektor jasa.
Menurutnya, investasi semacam itu memiliki dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, dana yang masuk ke pasar saham cenderung lebih rentan keluar dalam waktu singkat ketika sentimen pasar berubah.
“Yang berbahaya itu yang di dunia saham, karena bisa sekejap diambil atau anjlok,” katanya.
Prof Asdar mengingatkan, jika pelemahan rupiah dan tekanan terhadap pasar keuangan tidak segera direspons dengan langkah konkret, dampaknya bisa meluas terhadap investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
“Ya otomatis. Harus ada langkah-langkah konkret sehingga ini tidak turun setidaknya, atau yang kata lain memulihkan kepercayaan kepada investornya,” ujarnya.
Saat ditanya apakah tekanan terhadap rupiah dan pasar saham juga dipengaruhi faktor internal selain faktor global, Prof Asdar mengakui bahwa kebijakan dalam negeri turut memiliki pengaruh terhadap persepsi investor.
“Pasti salah satu yang keroknya juga. Tapi tidak secara langsung juga,” pungkasnya.(*)
| Akademisi Unhas Desak Evaluasi Total Tata Kelola MBG, Pengawasan Wajib Makin Ketat |
|
|---|
| Kadin Sulsel Ungkap Sektor Paling Terdampak Saat Rupiah Tembus Rp18 Ribu |
|
|---|
| 'Alarm Keras' Pengamat Ekonomi Unismuh Makassar Soroti Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS |
|
|---|
| Kesaktian Pancasila di Era Digital |
|
|---|
| Warga Makassar Banyak Beli Dolar Australia Daripada Amerika Serikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/asdar-dosen-unhas.jpg)