Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makan Bergizi Gratis

Akademisi Unhas Desak Evaluasi Total Tata Kelola MBG, Pengawasan Wajib Makin Ketat

Dr Hasrullah menilai kasus yang menyeret petinggi BGN ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh tata kelola MBG.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Tribun-Timur.com
KASUS BGN -  Pengamat Komunikasi Politik Unhas Hasrullah. Penangkapan Dadan Hindayana disebutnya jadi momentum bersih-bersih program Makan Bergizi Gratis. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kini ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan tata Kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain Dadan Hindayana, Kejagung juga menetapkan eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Hasrullah menilai kasus yang menyeret petinggi BGN ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh tata kelola MBG.

Mulai dari aspek perencanaan, kelola dapur, pengawasan hingga penempatan sumber daya manusia.

Bergantinya pucuk pimpinan BGN dinilai jadi momentum melakukan evaluasi menyeluruh.

Pucuk pimpinan BGN bagi Hasrullah, harus diisi orang yang berpengalaman dan kompeten.

Bukan lagi sosok yang dekat dengan istana semata.

"Perlu diperbaiki itu tata kelolanya, dan orang yang ditempatkan itu orang-orang bersih. Sebenarnya yang dilakukan selama ini sangat kurang pengawasannya. Lalu dibagikan ke orang-orangnya Prabowo. Harusnya dibikin seleksi lalu mencari orang terbaik di Indonesia, manager punya pengalaman. Jadi tidak bagi-bagi kekuasaan," ujar Hasrullah kepada Tribun-Timur.com, pada Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Korupsi MBG, Mencuri Masa Depan Anak Bangsa

Dosen Ilmu Komunikasi Unhas ini melihat potensi penyalahgunaan anggaran sebenarnya sudah dapat terdeteksi sejak awal.

Namun mekanisme pengawasan lemah membuat penyelewengan langgeng dilakukan para pejabat BGN.

Temuan yang mencuat dari Kejagung menunjukkan adanya indikasi persoalan yang mudah teridentifikasi.

"Jadi penyalahgunaan keuangan itu sudah bisa diduga sebelumnya setelah diteliti ternyata pengurus pusat dari pak Dadan juga menerima uang. karena ada beberapa alat tidak digunakan seperti motor," kata Hasrullah.

Hasrullah menyoroti proses perencanaan program yang belum matang.

Padahal eharusnya proyek yang menyita anggaran besar dengan cakupan nasional harus didahului dengan studi kelayakan yang komprehensif.

Sehingga segala risiko dapat diantisipasi sejak awal.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved