Polisi Dianiaya Senior
Kondisi Terakhir Bripda Pirman: Dikawal Provos, Beri Hormat Terakhir Usai Dipecat
Tersangka penganiayaan menewaskan juniornya, Bripda Dirja Pratama (19), resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH)
Bripda Pirman memberi hormat terakhir. Ketua sidang membalas.
“Tegak gerak, hadap kanan gerak. Maju jalan.”
Dengan langkah teratur, ia digiring keluar ruang sidang. Itulah momen terakhirnya sebagai anggota Polri.
Selama sidang, Bripda Pirman tampak tenang.
Ia mengenakan seragam dinas dengan emblem Ditsamapta di bahu kanan.
Sesekali mengusap wajahnya.
Menjelang putusan, ia sempat mengenakan baret coklat yang sejak awal digenggamnya.
14 Saksi Bantah Pengakuan Awal
Sebanyak 14 saksi dihadirkan dalam sidang, mayoritas rekan seangkatan korban dan terduga pelanggar.
Pengakuan awal Bripda Pirman yang menyebut hanya sekali memukul perut dan wajah korban terbantahkan.
“Di fakta persidangan terungkap pemukulan terjadi beberapa kali,” kata Zulham.
Hasil visum RS Bhayangkara oleh Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel menguatkan keterangan saksi.
Salah satu saksi mata, Bripda MH, disebut melihat langsung pemukulan meski awalnya berpura-pura tidur.
Majelis juga mengungkap posisi korban saat dianiaya dalam kondisi kepala di bawah dan kaki di atas, atau disebut “sikap roket”.
“Itu yang membuat fatal. Dalam keadaan terbalik kemudian dipukul,” ujar Zulham.
| Nasib 3 Rekan Bripda Pirman Terancam, Diduga Hilangkan Barang Bukti hingga Tak Melapor |
|
|---|
| 3 Polisi Teman Bripda Pirman Disanksi Demosi Buntut Pembunuhan Bripda Dirja |
|
|---|
| Besaran Gaji Bripda Pirman Hilang Setelah Dipecat Tidak Hormat Polda Sulsel |
|
|---|
| Sidang Etik Ungkap Kekejaman Bripda Pirman, Junior Dipukul saat Kepala di Bawah |
|
|---|
| Terungkap Cara Keji Bripda Firman Aniaya Bripda DP hingga Meninggal, Pakai Sikap Roket! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BRIPDA-PIRMAN-Bripda-Pirman-dikawal-Provos-memberi-hormat.jpg)