Polisi Dianiaya Senior
Terungkap Cara Keji Bripda Firman Aniaya Bripda DP hingga Meninggal, Pakai Sikap Roket!
Total ada 14 polisi yang merupakan rekan seangkatan Bripda Pirman dan Bripda DP yang dihadirkan saat sidang etik.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah fakta baru terungkap dalam persidangan kode etik Bripda Pirman, tersangka penganiayaan yang mengakibatkan juniornya Bripda Dirja Pratama atau DP (19) meninggal dunia.
Sidang etik itu, berlangsung di Ruang Sidang lantai 4 Gedung Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/3/2026).
Sidang dipimpin Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy sebagai Ketua Sidang didampingi Wakil Ketua Sidang AKBP H Ridwan dan Anggota Kompol Kaswanto.
Total ada 14 polisi yang merupakan rekan seangkatan Bripda Pirman dan Bripda DP yang dihadirkan.
Pengakuan Bripda Pirman yang mengaku hanya sekali memukul bagian perut dan wajah Bripda DP, terbantahkan dalam sidang itu.
Terungkap Bripda Pirman rupanya beberapa kali melakukan penganiayaan terhadap DR hingga korban terjatuh tak sadarkan diri.
"Awal pengakuannya hanya sekali pukul di perut, sekali pukul di wajah, ternyata di fakta persidangan ada beberapa kali," kata Kombes Pol Zulham Effendy seusai memipin sidang.
Baca juga: Sidang Kode Etik Bripda Pirman Tersangka Pembunuh Juniornya Bripda DP Hadirkan 14 Saksi
Pukulan bertubi-tubi yang dilakukan Bripda Pirman ke juniornya itu lanjut Zulham, dikuatkan dengan hasil visum RS Bhayangkara oleh Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
"Ada kesesuaian hasil visum dan keterangan terduga pelanggar (Bripda Pirman)," kata Zulham.
"Walaupun awalnya di tidak mengakui, tapi kita kroscek dengan keterangan saksi orang yang ada di TKP," lanjutnya.
Saksi mata penganiayaan Bripda Pirman ke Bripda DP itu kata Zulham adalah Bripda MH.
"Bripda MH ini dia pura-pura tidur, padahal dia melihat langsung terjadi pemukulan dan itu lumayan lama waktunya," beber alumnus Akpol 2000 ini.
Lebih lanjut dijelaskan, penganiayaan yang dilakukan Bripda Pirman terbilang cukup sadis.
Pasalnya, korban Bripda DP dianiaya dengan posisi kepala di bawah kaki di atas.
"Itu namanya sikap roket. Artinya itu yang buat fatal, artinya dalam keadaan terbalik kemudian dipukul," tuturnya.
| Nasib 3 Rekan Bripda Pirman Terancam, Diduga Hilangkan Barang Bukti hingga Tak Melapor |
|
|---|
| 3 Polisi Teman Bripda Pirman Disanksi Demosi Buntut Pembunuhan Bripda Dirja |
|
|---|
| Besaran Gaji Bripda Pirman Hilang Setelah Dipecat Tidak Hormat Polda Sulsel |
|
|---|
| Kondisi Terakhir Bripda Pirman: Dikawal Provos, Beri Hormat Terakhir Usai Dipecat |
|
|---|
| Sidang Etik Ungkap Kekejaman Bripda Pirman, Junior Dipukul saat Kepala di Bawah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-02-Bripda-Pirman-saat-disidang-di-ruang-sidang-Lantai-4.jpg)