Komisi IV DPRD Bone Kawal Kasus Akbar Siswa SMAN 7 Bone, Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
Ketua Komisi IV DPRD Bone Andi Muhammad Salam menegaskan, pihaknya akan memanggil pihak sekolah untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sakinah Sudin
“Menurut cerita Akbar, dia sering dimarahi. Bahkan ada oknum guru yang menyebut dia dengan kata-kata tidak pantas yakni sebutan 'anak siluman',” katanya.
Situasi tersebut membuat Akbar merasa tidak nyaman hingga terkadang enggan masuk sekolah.
"Jadi bukan teman-temannya yang bullyki, tapi gurunya," akuinya.
Hingga akhirnya, pihak sekolah disebut mengambil keputusan untuk mengeluarkan Akbar.
Saat ini, nenek Akbar telah berupaya mencari sekolah lain agar cucunya bisa melanjutkan pendidikan.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Sudah beberapa sekolah didatangi, tapi belum ada yang menerima. Katanya sulit juga dapat surat pindah,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Akbar tetap berusaha membantu kebutuhan sehari-hari.
Sepulang sekolah, ia kerap mengamen di kawasan Pelabuhan Bajoe untuk mendapatkan uang jajan.
Akbar merupakan anak sulung dari tiga bersaudara yang kini hidup tanpa kedua orang tua.
Adiknya yang kedua masih duduk di bangku SMP, sementara yang bungsu masih berusia enam tahun.
Keluarga berharap ada perhatian dari pihak terkait agar Akbar bisa kembali melanjutkan pendidikan dan tidak kehilangan masa depannya. (*)
| 52 Kali Bolos, Ini Alasan SMAN 7 Bone Keluarkan Akbar |
|
|---|
| Menata Ulang Denyut Pasar Lokal Makassar |
|
|---|
| Wajo Minta 23 Cabor Tuan Rumah Porprov 2026, Bone Dapat Dayung dan Menembak |
|
|---|
| Kenakan Seragam Loreng, Andi Tenri Walinonong Curi Perhatian di Retret Ketua DPRD Akmil Magelang |
|
|---|
| Galau Lihat Wisudawan UNM Rata-rata Cumlaude, Akbar Faisal: IPK Saya Dulu 2,2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260421-Komisi-IV-DPRD-Bone-Kawal-Kasus-Akbar-Siswa-SMAN-7-Bone.jpg)