52 Kali Bolos, Ini Alasan SMAN 7 Bone Keluarkan Akbar
Jufri menegaskan, keputusan itu bukan diambil secara sepihak, melainkan melalui rapat bersama dewan guru.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Kepala SMAN 7 Bone, Jupri menanggapi polemik dikeluarkannya siswa bernama Akbar dari sekolah tersebut.
Jufri menegaskan, keputusan itu bukan diambil secara sepihak, melainkan melalui rapat bersama dewan guru.
“Dia dikeluarkan berdasarkan rapat bersama dengan para guru dan semua sepakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).
Ia juga meluruskan informasi yang beredar, bahwa Akbar bukanlah siswa kelas tiga, melainkan masih duduk di kelas dua.
Menurut Jupri, pihak sekolah sebenarnya telah melakukan pembinaan sejak siswa tersebut duduk di kelas satu.
Namun, upaya tersebut tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
“Mulai kelas satu itu anak selalu di back up terus, tapi tidak ada perubahan,” katanya.
Pihak sekolah juga mengaku telah berulang kali memanggil orang tua atau wali siswa untuk membahas kondisi tersebut. Namun, panggilan itu tidak selalu dipenuhi.
“Orang tuanya, walinya sudah datang di sekolah tanda tangan. Tidak pernah tidak dipanggil, tapi kadang dipenuhi, kadang tidak,” ungkapnya.
Dari catatan sekolah, Akbar diketahui memiliki tingkat ketidakhadiran yang cukup tinggi.
“Sudah 52 kali alpanya, terhitung sejak Juli 2025 sampai 7 April 2026 sebelum dikeluarkan. Malas sekali masuk sekolah,” ujarnya.
Tak hanya itu, siswa tersebut juga disebut tidak pernah mengikuti pembelajaran pesantren kilat dan daring yang diberikan sekolah.
“Tidak pernah ikut pesantren kilat dan pembelajaran daring,” tambahnya.
Pada momen penerimaan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), Akbar sempat hadir ke sekolah, namun tidak mengenakan seragam, melainkan pakaian biasa.
Jupri juga mengungkapkan, Januari 2026 lalu, Akbar bersama walinya sempat datang ke sekolah untuk menandatangani surat pernyataan.
| Dandim Bone Ajak Putra-Putri Daerah Daftar TNI: Jangan Percaya Calo |
|
|---|
| Bertahun-tahun Tanpa Diperhatikan, Kodim 1407 Bone Bangun Jembatan untuk Warga Awangpone |
|
|---|
| Bersih-bersih Stadion Lapatau Bone Sambut Porprov Sulsel 2026 |
|
|---|
| Siswa Yatim Piatu Diduga Korban Bullying Gurunya hingga Dikeluarkan dari Sekolah |
|
|---|
| Harga Bahan Baku Naik, Kafe di Bone Mulai Tertekan, Cup Plastik Tembus Rp1.000 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-Kepala-SMAN-7-Bone-Jupri-Minggu-1942026.jpg)