Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Klakson

Pengangguran

Beberapa diantara mereka pingsan berdesak-desakan ditengah lautan manusia pencari kerja. Apa artinya? Pengangguran begitu melimpah. 

Editor: Sudirman
Ist
KLAKSON - Abdul Karim Ketua Dewas LAPAR Sulsel, Majelis Demokrasi dan Humaniora 

Tetapi informasi jumlah pengangguran diatas meretas optimisme kita. Rupanya generasi emas itu terancam menganggur. Mereka berpeluang jadi generasi perunggu. Lalu siapa yang pantas ditegur? Entahlah. 

Investasi yang dielu-elukan pemerintah sebagai medan lapangan kerja untuk rakyat rupanya absurd. Mula-mula rakyat dirayu untuk menerima investasi dengan janji investasi menghadirkan lapangan kerja.

Namun investasi tak seluruhnya solusi. Investasi tak selamanya surga. Malah, investasi justeru memuncratkan neraka baru bagi stabilitas lingkungan. Kualitas lingkungan ambruk. Lalu siapa yang pantas ditegur? Entahlah. 

Negara tak boleh diam. Negara harus bertindak. Ribuan pencari kerja—yang juga bertanda ribuan pengangguran—adalah ancaman ketidakstabilan negara. Negara harus mampu menjawab ketidakstabilan itu. 

Tugas negara memang tak ringan. Negara harus mengantarkan mereka ke gerbang kesejahteraan sentosa. Negara tak boleh berbangga melulu dengan pertumbuhan generasi Z, X, Y dan seterusnya yang acap kali disebut emas itu. Sebab bila menganggur, perunggupun tak tertuai. Maksud hati memanen emas—karena menganggur—apa daya perunggupun tak sampai. 

“Tetapi setiap lima tahun para pengangguran itu berguna dibilik suara”, kata rekan saya. Sekali lima tahun suara mereka diincar.

Sayangnya suara-suara mereka berlalu begitu saja hingga pada saatnya mereka merintih dan ditindih ketika berdesak-desakan karena nasib yang terdesak. Suara mereka serak, tak hening seperti saat mereka dibilik suara.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved