Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Remitansi: Urat Nadi Ekonomi Keluarga dan Pembangunan Bangsa

Dana ini bukan hanya angka-angka di neraca bank; ia adalah urat nadi ekonomi bagi sekitar 800 juta anggota keluarga.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Risma Niswaty Guru Besar Layanan Publik UNM 

Pertanyaannya kemudian, apakah keberpihakan pemerintah sekadar berhenti pada apresiasi verbal tanpa diikuti aksi nyata dan komprehensif? Pengurangan biaya pengiriman uang masih menjadi PR besar, padahal setiap rupiah yang terpotong adalah hak PMI dan keluarganya.

Program pemberdayaan ekonomi bagi PMI purna migran juga belum merata dan seringkali kurang terintegrasi dengan kebutuhan pasar lokal, membuat banyak dari mereka kembali terjerat dalam siklus kemiskinan atau terpaksa kembali merantau.

Momen Hari Internasional Pengiriman Uang Keluarga seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintah untuk mengoreksi arah kebijakan.

Sudah saatnya kita bergerak melampaui retorika apresiasi dan benar-benar hadir sebagai pelindung dan fasilitator yang proaktif.

Ini berarti memastikan setiap PMI berangkat secara legal, terlindungi secara hukum, bekerja dalam kondisi manusiawi, dan memiliki opsi reintegrasi ekonomi yang bermartabat saat kembali.

Tanpa komitmen politik yang kuat dan implementasi kebijakan yang konsisten, narasi tentang "pahlawan devisa" akan selamanya menjadi janji kosong yang mengabaikan perjuangan sesungguhnya di balik setiap lembar remitansi.

"Pekerja migran adalah tulang punggung ekonomi global yang tak terlihat, membangun jembatan antara harapan dan kenyataan dengan setiap dolar yang mereka kirimkan pulang."

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved