Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Waisak: Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan

Presiden mengajak agar melalui cinta kasih dan ketulusan, dapat mempererat persaudaraan serta menebarkan kedamaian dalam kehidupan berbangsa.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Miguel Dharmadjie ST CPS® CCDd® Penyuluh Agama Buddha Non PNS Provinsi Sulsel 

​Untuk melatih dan meningkatkan pengendalian diri, ada dua pokok Dhamma yang perlu dimiliki. Yaitu: rasa malu untuk berbuat segala bentuk kejahatan (hiri) dan takut akan akibat buruk dari kejahatan (ottappa).

Dua pokok Dhamma pelindung dunia ini merupakan sebab terdekat bagi munculnya pengendalian organ-organ indria.

​Berkaitan dengan pengendalian diri, ajaran Buddha menekankan pentingnya untuk melatih dan mempraktikkan kemoralan (sila) dalam kehidupan sehari-hari. Kemoralan menjadi pondasi penting bagi terciptanya keharmonisan hidup, baik secara individu maupun dalam kehidupan bersesama.

​Kebijaksanaan (panna) adalah salah satu pokok bahasan yang sangat ditekankan dalam ajaran Buddha. Dalam rangkaian tahapan pelatihan, kebijaksanaan selalu bersanding dengan kemoralan (sila) dan konsentrasi (samadhi).

​Seseorang yang memiliki kemurnian moral atau akhlak terpuji, merupakan permulaan untuk melatih pengembangan konsentrasi dan kebijaksanaan. Kebijaksanaan merupakan dasar kualitas batin.

​Sebagai bagian dari kualitas batin yang bernilai, kebijaksanaan membuat seseorang dengan jelas mengetahui dan membedakan hal yang benar ataupun hal yang tidak benar, hal yang baik ataupun hal yang tidak baik, hal yang nyata ataupun hal yang tidak nyata.

​Kebijaksanaan memiliki peranan penting dalam peningkatan kualitas batin, sehingga Guru Agung Buddha mendorong untuk melatih dan mengembangkan kebijaksanaan. Karena akan memberikan manfaat yang lebih luas terhadap peningkatan kualitas batin seseorang. ​

Orang yang bijaksana diibaratkan oleh Buddha seperti batu karang yang kokoh (Dhammapada 81).

​Selain memberikan manfaat bagi diri sendiri, mengembangkan kebijaksanaan juga menjadi salah satu kunci menciptakan hubungan yang harmonis dalam kehidupan bersesama. Serta menciptakan kemajuan bangsa dan mewujudkan perdamaian dunia.

​Mari jadikan Waisak sebagai momentum bagi umat Buddha untuk memperkuat tekad dalam mempraktikkan Dhamma, menjalankan ajaran Guru Agung Buddha. Meningkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan untuk mewujudkan perdamaian dunia. Serta menjadi cahaya kedamaian bagi dunia.

​Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 TB. / 2025. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Sang Tiratana, selalu melindungi. Semoga semua makhluk berbahagia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved