Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mustamin Raga

Kepala Daerah di Tengah Pusaran Efisiensi dan Program Top-down Pusat

Ia membawa istilah-istilah yang terasa asing di telinga rakyat: efisiensi anggaran, optimalisasi program, prioritas nasional.

dok.tribun
PENULIS OPINI - Mustamin Raga, Penulis Buku Money Politycs dan Demokrasi Elektoral. 

Tentang Bupati yang Memikul Beban di Antara Dua Langit
Oleh: Mustamin Raga
Penulis Buku Money Politycs dan Demokrasi Elektoral

TRIBUN-TIMUR.COM - Di ruang kerja yang lampunya sering lebih lama menyala daripada rumahnya sendiri, seorang kepala daerah duduk dalam diam yang tidak pernah benar-benar tenang.

Di mejanya, berkas-berkas bertumpuk seperti musim yang tak kunjung selesai.

Angka-angka berderet rapi, tetapi di kepalanya yang berdenyut bukan angka—melainkan wajah-wajah. Wajah petani yang tanahnya mulai retak.

Wajah pengguna jalan yang bertaruh bahaya di antara lumpur, debu dan lobang, Wajah ibu yang menahan cemas karena anaknya belum mendapat pekerjaan.

Wajah warga yang datang dengan harapan sederhana:  air yang bersih, layanan kesehatan yang memadai dan sedikit rasa ingin diperhatikan.

Namun di waktu yang sama, dari arah yang jauh—dari pusat kekuasaan yang tak berdebu oleh tanah kampung—datanglah kebijakan.

Ia turun seperti hujan, tetapi tidak selalu membasahi tanah yang tepat.

Ia membawa istilah-istilah yang terasa asing di telinga rakyat: efisiensi anggaran, optimalisasi program, prioritas nasional.

Dan kepala daerah itu, seperti seseorang yang berdiri di antara dua langit, tak bisa sepenuhnya memilih ke mana ia harus menengadah.

Ia tidak bisa menolak langit di atasnya karena di situlah garis kewenangan digambar.

Namun ia juga tak mungkin memalingkan wajah dari bumi di bawahnya karena di situlah ia berpijak, dan di situlah ia dipilih.

Di antara dua itu, ia belajar menahan diri.

Efisiensi, kata mereka, adalah jalan menuju tata kelola yang lebih baik.

Tapi di tangan kepala daerah, efisiensi sering kali terasa seperti memilih luka mana yang harus diprioritaskan untuk disembuhkan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved