Opini
Waisak: Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan
Presiden mengajak agar melalui cinta kasih dan ketulusan, dapat mempererat persaudaraan serta menebarkan kedamaian dalam kehidupan berbangsa.
Menyikapi situasi global saat ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres mengatakan, “Ajaran Buddha tentang kasih sayang, toleransi, dan pelayanan tanpa pamrih sangat selaras dengan nilai-nilai Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam era tantangan global yang berat, prinsip-prinsip abadi Buddha harus terus menerangi jalan bersama umat manusia.
Saat kita merayakan momen sakral ini bersama-sama, saya harap kita semua terinspirasi untuk menyembuhkan perpecahan, memupuk solidaritas, dan bekerja bersama demi dunia yang lebih damai, berkelanjutan, dan harmonis”, katanya dalam Pesan Hari Waisak 2569 BE. / 2025 di akun resmi Buddhazine pada Rabu (30 April 2025).
Tahun ini, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kementerian Agama RI menetapkan tema nasional peringatan Waisak 2569. Yaitu: “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”.
Tema tersebut menjadi sangat strategis. Karena mewujudkan perdamaian dunia merupakan tugas bersama.
Umat Buddha diharapkan dapat turut berkontribusi mewujudkan perdamaian dunia. Dengan meningkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan sebagai bagian dari nilai-nilai Dhamma yang universal.
Penekanan pentingnya pengendalian diri dan kebijaksanaan disampaikan pula oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K. H. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam video ucapan Hari Raya Waisak 2569 BE. / 2025 di akun resmi Kementerian Agama RI pada hari Waisak.
“Hari Waisak adalah momen suci untuk memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama. Sekaligus menjadi inspirasi universal di dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan, pengendalian diri, dan kebijaksanaan di dalam kehidupan sehari-hari.
Tema Waisak tahun ini merupakan ajakan mulia buat kita semua untuk bersatu, saling menghormati, dan menghadirkan kedamaian, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan.
Saya mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan Vesakha Sananda, yang telah memperkaya makna Waisak dan mempererat kebersamaan lintas umat.
“Semoga perayaan Tri Suci Waisak ini menjadi sumber kekuatan spiritual, membawa ketenangan dan memantapkan semangat persaudaraan di dalam membangun Indonesia yang rukun dan damai. Selamat merayakan Waisak 2569 BE. / Tahun 2025. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” kata Menteri Agama RI.
Peranan nilai-nilai luhur kebijaksanaan dalam menjaga kestabilan bangsa dan negara, juga diangkat Sangha Theravada Indonesia (STI). Dalam Pesan Waisak 2569 TB. yang mengusung tema “Kebijaksanaan Dasar Keluhuran Bangsa”.
Dari Pesan-pesan Waisak 2569 BE. yang disampaikan Sekjen PBB, Menteri Agama RI, dan STI, semakin menegaskan pentingnya pengendalian diri dan kebijaksanaan dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Guru Agung Buddha mengajarkan bahwa pengendalian diri (samvara) merupakan pelindung internal diri sendiri. Mereka yang terlibat dalam perbuatan baik melalui jasmani, ucapan, maupun pikiran, maka perbuatan baik itu akan melindungi diri mereka dan mereka tetap terlindungi. Karena perlindungan itu adalah internal, dan bukan eksternal.
Adalah baik pengendalian melalui jasmani, pengendalian melalui ucapan juga baik. Adalah baik pengendalian melalui pikiran, pengendalian di mana-mana adalah baik. Dengan bersungguh-sungguh, terkendali di mana-mana, seseorang dikatakan terlindungi. (SN3.5. Attarakkhita Sutta).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Miguel-Dharmadjie-ST-CPS-CCDd-7.jpg)