Ngopi Akademik
Gen Z
Berdasarkan data yang ada, partisipasi pemilih di Makassar tercatat pada angka 57,65 persen, yang sedikit di bawah target nasional 70 persen.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan tingkat partisipasi antara wilayah perkotaan dan pinggiran kota, Gen Z tetap menunjukkan ketertarikan dan kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya pemilu, bahkan di daerah yang memiliki tingkat urbanisasi lebih rendah.
Namun, ada juga tantangan besar yang harus dihadapi. Meskipun tingkat partisipasi Gen Z relatif tinggi, ini tidak berarti bahwa mereka sepenuhnya memahami seluk-beluk politik dan dampaknya.
Gen Z cenderung lebih memilih kandidat yang dapat berkomunikasi dengan mereka secara langsung dan menggunakan bahasa yang mereka pahami.
Oleh karena itu, penting bagi para calon pemimpin untuk beradaptasi dengan gaya komunikasi yang lebih dekat dengan gaya hidup Gen Z, seperti melalui media sosial dan penggunaan konten digital yang kreatif.
Mereka ingin merasa terhubung secara pribadi dengan calon pemimpin mereka, bukan hanya melihat mereka sebagai figur politik yang jauh.
Meskipun terdapat sejumlah tantangan dalam meningkatkan partisipasi politik secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa Gen Z di Makassar menunjukkan tingkat partisipasi yang signifikan dalam Pilkada 2024.
Ini merupakan indikasi bahwa generasi muda memiliki kesadaran politik yang lebih tinggi dan kecenderungan untuk terlibat dalam proses demokrasi, meskipun mereka tetap membutuhkan saluran komunikasi yang relevan dan mudah diakses.
Menyikapi karakteristik ini, para pemangku kepentingan harus beradaptasi dengan dinamika politik yang ada, agar dapat terus menggaet minat Gen Z dalam setiap tahapan pemilu yang akan datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pengamat-Politik-Universitas-Hasanuddin-Unhas-Rahmat-Muhammad.jpg)