Opini
IPAL Losari di Tengah Massifnya Pembangunan Infrastruktur
IPAL Losari yang dibangun sejak 2019 dan menelan biaya Rp1,2 triliun, diharapkan memberi banyak manfaat bagi warga Makassar.
Inilah konsekuensi dari penerapan aturan yang bukan berasal dari Sang Khaliq.
Asas pembangunan yang berasal dari hasil pemikiran manusia, sangat rentan terjadinya kecurangan/ketimpangan.
Tersebab, manusia adalah makhluk yang sangat lemah dan terbatas.
Jika pembangunan dilakukan berbasis sekuler kapitalistik, akan terlihat nyata kerusakan tersebut. Perlahan, tapi pasti!
Asas yang Benar
Asas yang benar haruslah berasal dari Dzat Yang Mahabenar.
Aturan yang terpancar dari akidah atau asas yang benar, dipastikan akan melahirkan keberkahan yang selanjutnya mendatangkan kesejahteraan.
Islam sebagai sebuah sistem kehidupan, mengatur semua hal dari perkara receh hingga urusan politik luar negeri.
Hal tersebut telah terbukti dalam sejarah panjang peradaban Islam menaungi dua per tiga belahan dunia selama 1300 tahun lamanya.
Islam memandang pembangunan berbasis kemaslahatan (kebaikan) rakyat.
Seluruh instrumennya harus sesuai dengan hukum syarak, baik perkara teknis maupun nonteknis.
Tak luput terkait sistem ekonomi yang mengiringi setiap aktivitas pembangunan.
Tidak ada transaksi yang batil (rusak), termasuk hal-hal yang terkait dengan akad ribawi. Artinya, independensi dan kemandirian ekonomi dijamin negara.
Kondisi ini niscaya mampu diwujudkan, sebab sistem ekonomi Islam punya cara yang khas dalam implementasinya.
Negara yang menerapkan sistem Islam secara total, membuat semua regulasi berdasar syariat.
| Mendobrak Sekat Pengawasan: Mengapa Partai Politik Adalah Jantung Pengawasan Partisipatif? |
|
|---|
| Mengeja Ulang Emansipasi |
|
|---|
| Save Our Planet: Ditengah Rapuhnya Gencatan Senjata |
|
|---|
| Kartini Hari Ini: Cahaya yang Diteruskan atau Nilai yang Ditinggalkan? |
|
|---|
| Pembentukan Provinsi Luwu Raya Berdasarkan Kepentingan Strategis Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dr-Suryani-Syahrir-ST-MT-Dosen-dan-Pemerhati-Sosial-7.jpg)