Prespektif Syamril
Hardiknas
Pendidikan kejujuran tidak akan berhasil jika di sekolah terjadi praktek jual beli nilai.
Oleh: Syamril
Direktur Sekolah Islam Athirah
TRIBUN-TIMUR.COM - Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Mengacu kepada hari lahir Ki Hajar Dewantara, tokoh nasional pendidikan pendiri Taman Siswa,
Menteri Pendidikan pertama Indonesia.
Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh yang terkenal dengan pemikirannya tentang pendidikan dalam tiga frase yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.
Apa makna ketiga pernyataan itu?
Hal ini terkait dengan tiga posisi dalam interaksi guru dengan siswa, pendidik dan peserta didik, pemimpin dan orang yang dipimpin.
Ada posisi di depan, tengah dan belakang.
Tergantung situasi dan kondisi, juga apa yang sedang dipelajari.
Siapa yang belajar.
Pendekatan dan metodenya berbeda.
Ing ngarso sung tulodo artinya di depan memberi teladan.
Menjadi contoh kebaikan.
Perbuatan lebih bermakna dari sekadar kata-kata.
Pendidikan yang berhasil karena adanya sosok yang menjadi suri tauladan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/GURU-ASN-Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-Syamril-cukup-mendukung.jpg)